Tera Timbangan, Sementara Masih Gratis

1031
MULAI BEROPERASI : UPT Metrologi Kota Magelang mulai beroperasional untuk melayani tera dan tera ulang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MULAI BEROPERASI : UPT Metrologi Kota Magelang mulai beroperasional untuk melayani tera dan tera ulang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Pemkot Magelang menjamin pelayanan UPT Metrologi bebas pungutan liar. Pemerintah Provinsi Jateng baru saja melimpahkan kewenangan UPT Metrologi ke Pemkot. Untuk sementara waktu, pelayanan tera dan tera ulang bersifat gratis, lantaran belum ada perda yang mengatur besaran retribusi.

“Saya jamin tidak ada yang berani (melakukan pungli, red). Tapi kalau ada masyarakat yang mengetahui atau menemukan, bisa dilaporkan kepada Saber Pungli,” kata Sekda Kota Magelang Sugiharto usai peresmian operasional UPT di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Senin (17/4).

Ia menargetkan, dalam tiga bulan ke depan, perda selesai dibahas. Tidak hanya itu, Sugiharto juga mengamanatkan agar UPT Metrologi membuka pintu bagi kota atau kabupaten lain di wilayah Kedu yang ingin kerjasama. Sebab, keberadaan UPT Metrologi belum merata di setiap daerah.

“Kemudian, pelihara data-data yang ada baik dari dalam maupun luar kota yang melakukan tera atau tera ulang di UPT ini,” tambahnya.

Arahan ini bertujuan memudahkan petugas untuk mengingatkan masyarakat perihal tanggal jatuh tempo tera ulang. Selain sebagai peningkatan pelayanan, juga untuk perlindungan konsumen. “Jadi ada pemberitahuannya, bisa melalui SMS, surat dan sebagainya,” imbuhnya.

Dorongan kepada dinas terkait untuk memprogramkan sosialisasi pentingnya tera dan tera ulang juga disinggung Sugiharto. Bila perlu, menerapkan pelayanan jemput bola. “Supaya kesadaran untuk melakukan tera dan tera ulang meningkat,” tambahnya.

Kepala Disperindag Kota Magelang Joko Budiyono menambahkan, ada 17 pelayanan berdasarkan jenis alat ukur takar timbangan dan perlengkapannya (UTTP). Di antaranya, timbangan meja, timbangan sentisimal, timbangan dacin logam, timbangan bobot insut, timbangan pegas, timbangan jembatan, timbangan elektrolok, neraca obat, neraca emas, anak timbangan, pompa ukur bahan bakar minyak (BBM), meter air, meter taksi, meter kWh, alat ukur tinggi orang, tangki ukur mobil dan filling machine SPBE.

Pihaknya telah mempersiapkan cap tanda tera yang terdiri dari cap tera sah 2017, cap tera batal, tanda jaminan, tanda daerah dan tanda inisial pegawai berhak yang dikeluarkan Direktur Metrologi. “Kita berkomitmen dan berupaya mempercepat beroperasionalnya UPT ini agar masyarakat segera terlayani dengan baik. Kalau tidak segera, dampaknya mengganggu distribusi kebutuhan masyarakat,” akunya.

Kepala UPT Metrologi Magelang Tri Handoyo menyebut ada tiga bentuk pelayanan yang akan dijalankan. Yakni, pelayanan di kantor, sidang tera di pasar, kelurahan atau tempat lainnya. Serta pelayanan di tempat pakai atau UTTP tertanam seperti pom bensin. “Pengalaman sebelumnya, setiap tahun kami bisa melayani tera dan tera ulang sekitar 2.500 kali, pada waktu itu biayanya diatur Perda Provinsi,” tuturnya. (put/ton)