MUNGKID – Pilkada Kabupaten Magelang tahun 2018 sudah mulai disiapkan. Pemkab Magelang telah mengalokasikan anggaran Rp 39 miliar untuk pembiayaan pesta demokrasi ini. Jika kurang, anggaran itu masih bisa ditambah.

“Sesuai amanat perda kan memang sudah ada pencadangan anggaran untuk Pilkada. Dan hingga saat ini sudah disiapkan anggaran Rp 39 miliar,” kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Magelang Djoko Tjahjono, Selasa (18/4).

Menurutnya, dalam APBD perubahan 2015 telah dicadangkan dana Rp 20 miliar dan dalam APBD 2016 ada Rp 10 miliar. Ditambah dalam APBD 2017 sebesar Rp 9 miliar. “Jika memang nanti masih ada kekurangan, diusulkan melalui APBD 2018,” katanya.

Kekurangan dimaksud antara lain menyangkut anggaran untuk pengamanan pilkada. Karena sejauh ini alokasinya belum terakomodasi sehingga akan diusulkan melalui APBD perubahan 2017 atau APBD 2018.

Sekretaris KPU Kabupaten Magelang Janarto belum dapat membeberkan rincian pemanfaatan anggaran tersebut. “Masih dalam proses penggodokan di internal kami. Mungkin akhir Mei nanti baru diketahui rincian penggunaannya,” kata dia.

Dia hanya menyebut garis besarnya. Seperti pembentukan badan penyelenggara ad hoc dalam rangka pelaksanaan tahapan pilkada. Juga pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS).

“PPK dan PPS yang masing-masing bertugas sebagai badan penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan dan desa akan memiliki tugas rangkap. Sebagai penyelenggara pemilu bupati serta pemilu gubernur,” kata Janarto.

Untuk diketahui, Pemilu Gubernur Jateng 2018 digelar bersamaan pilkada di 7 daerah. Yakni, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. “Masalah anggaran pemilihan gubernur yang bersumber dari APBD Jateng, akan kami konsultasikan dengan KPU Jateng,” kata Janarto. (vie/ton)