Pengembangan Bandara Terkendala Cuaca

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

SEMARANG – Pengerjaan proyek Bandara Internasional New Ahmad Yani Semarang diharapkan dapat dipercepat. Sebab, pengembangan bandara yang ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018 mendatang terbentur banyak kendala.

Hingga saat ini saja, Paket III yaitu pembangunan terminal dan Paket IV yang mencakup bangunan penunjang dan lanskap sekitar masih dalam proses persiapan lelang. Menurut perkiraan, pengerjaan dua paket tersebut bakal memakan waktu 18 bulan. Itu pun jika lancar tanpa kendala.

Sekretaris Proyek PT Angkasa Pura I, John Hendri menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan percepatan progres pembangunan. Untuk Paket III, sudah dilakukan peninjauan di lapangan. ”Saat ini masih proses lelang. Sementara paket IV masih diurus pusat untuk segera masuk lelang. Semoga tahun ini sudah bisa dilelang agar target akhir 2018 bandara bisa beroperasi,” katanya, Selasa (18/4).

Mengenai pengerjaan fisik Paket I yang menelan investasi Rp 1,942 triliun, yaitu akses masuk dan lahan parkir, sudah mencapai 82 persen. Sisanya yang 18 persen adalah pengerjaan urugan tanah dan pembangunan akses kargo.

Dijelaskan Hendri, pengerjaan urugan tanah tidak bisa dikebut karena terkendala cuaca. Sebab, intensitas hujan di musim peralihan ini tergolong cukup tinggi. Sementara jika kondisi tanah basah terkena hujan, pengurukan tanah tidak bisa dilakukan. ”Tapi kami akan berupaya segera menyelesaikannya,” tegasnya.

Untuk Paket II yaitu pembangunan apron dan taxiway, sudah mencapai 100 persen, sejak 28 Juli lalu. Hanya saja, Paket dengan investasi Rp 286,4 miliar ini masih perlu sentuhan untuk finishing.

Sementara itu, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Angkasa Pura I, Toni Alam menjelaskan, tingginya curah hujan di awal tahun ini sudah tidak mengganggu proses pengerjaan. Sebab, akses masuk ke bandara sudah mulus. Praktis, bagaimanapun cuacanya, material bisa masuk tanpa kendala. ”Hanya saja, ketika mendung pekat atau terjadi hujan deras, pengerjaan tetap dihentikan. Semua pekerja ditarik untuk menghindari kecelakaan kerja atau tersambar petir,” katanya. (amh/ric/ce1)

- Advertisement -

1 KOMENTAR

  1. I see you don’t monetize your page, don’t waste your traffic, you can earn additional cash every month
    because you’ve got hi quality content. If you want to know how to make
    extra money, search for: best adsense alternative
    Wrastain’s tools

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -