SEMARANG – Pengerjaan proyek Bandara Internasional New Ahmad Yani Semarang diharapkan dapat dipercepat. Sebab, pengembangan bandara yang ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018 mendatang terbentur banyak kendala.

Hingga saat ini saja, Paket III yaitu pembangunan terminal dan Paket IV yang mencakup bangunan penunjang dan lanskap sekitar masih dalam proses persiapan lelang. Menurut perkiraan, pengerjaan dua paket tersebut bakal memakan waktu 18 bulan. Itu pun jika lancar tanpa kendala.

Sekretaris Proyek PT Angkasa Pura I, John Hendri menjelaskan, pihaknya terus berupaya melakukan percepatan progres pembangunan. Untuk Paket III, sudah dilakukan peninjauan di lapangan. ”Saat ini masih proses lelang. Sementara paket IV masih diurus pusat untuk segera masuk lelang. Semoga tahun ini sudah bisa dilelang agar target akhir 2018 bandara bisa beroperasi,” katanya, Selasa (18/4).

Mengenai pengerjaan fisik Paket I yang menelan investasi Rp 1,942 triliun, yaitu akses masuk dan lahan parkir, sudah mencapai 82 persen. Sisanya yang 18 persen adalah pengerjaan urugan tanah dan pembangunan akses kargo.

Dijelaskan Hendri, pengerjaan urugan tanah tidak bisa dikebut karena terkendala cuaca. Sebab, intensitas hujan di musim peralihan ini tergolong cukup tinggi. Sementara jika kondisi tanah basah terkena hujan, pengurukan tanah tidak bisa dilakukan. ”Tapi kami akan berupaya segera menyelesaikannya,” tegasnya.

Untuk Paket II yaitu pembangunan apron dan taxiway, sudah mencapai 100 persen, sejak 28 Juli lalu. Hanya saja, Paket dengan investasi Rp 286,4 miliar ini masih perlu sentuhan untuk finishing.

Sementara itu, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Angkasa Pura I, Toni Alam menjelaskan, tingginya curah hujan di awal tahun ini sudah tidak mengganggu proses pengerjaan. Sebab, akses masuk ke bandara sudah mulus. Praktis, bagaimanapun cuacanya, material bisa masuk tanpa kendala. ”Hanya saja, ketika mendung pekat atau terjadi hujan deras, pengerjaan tetap dihentikan. Semua pekerja ditarik untuk menghindari kecelakaan kerja atau tersambar petir,” katanya. (amh/ric/ce1)