Eks Pecandu Antusias Membatik

359
BUTUH KETELATENAN: Seorang eks penyalahguna narkoba binaan BNNP Jateng tengah asyik membatik dalam Pelatihan Membatik yang digelar di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Jateng, kemarin. (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUTUH KETELATENAN: Seorang eks penyalahguna narkoba binaan BNNP Jateng tengah asyik membatik dalam Pelatihan Membatik yang digelar di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Jateng, kemarin. (ADITYO DWI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sedikitnya 30 mantan penyalahguna narkoba binaan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Dinas Koperasi dan UMKM Jateng antusias mengikuti pelatihan membatik di Balai Pelatihan Koperasi dan UMKM Jateng, Srondol, Selasa (18/4).

Pelatihan membatik ini kali pertama dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jateng menggandeng BNNP Jateng. Tujuannya agar mantan penyalahguna narkoba mempunyai keterampilan dengan harapan bisa menjauhi narkotika.

”Membatik itu kan butuh ketelatenan, supaya bisa mengalihkan mereka dari hal yang berhubungan dengan narkoba dan melupakan persoalan yang dihadapi,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Ema Rahmawati.

Ia menambahkan, jika program kerja sama ini berhasil, maka selanjutnya bisa lebih ditingkatkan sampai sertifikasi. Pada tahapan ini, peserta yang mengikuti pelatihan membatik masuk dalam kategori pemula. ”Nantinya diteruskan ke tingkat lanjutan sampai mahir sehingga dengan keterampilan yang sudah dipelajari mereka bisa mandiri,” tambahnya.

Selain pelatihan untuk mantan penyalahguna narkoba, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng juga rutin membuka pelatihan untuk masyarakat umum secara gratis. Balai tersebut setiap tahunnya menampung 150 angkatan. Namun dalam pelaksanaannya hanya dapat menerima 59 angkatan setiap tahun karena anggaran yang terbatas. ”Tahun lalu 80 angkatan, tahun ini menurun padahal permintaan sangat banyak,” ujarnya.

Kasi Pasca Rehabilitasi BNN Jateng Sardiyanto menambahkan di samping pelatihan kerja sama ini, pemberdayaan mantan penyalahguna narkoba sebelumnya telah dilakukan dengan berbagai keterampilan di rumah damping.

”Adanya pembekalan ini merupakan wujud untuk mempersiapkan mereka (mantan penyalahguna narkoba) supaya mempunyai bekal yang nantinya bisa membantu perekonomian mereka,” katanya.

Ia menuturkan, dengan banyak pelatihan diharapkan mereka bisa produktif dan diterima di lingkungan sosial. ”Sekaligus sentilan kepada beberapa dinas terkait yang memiliki program pelatihan semacam ini, supaya bersama-sama memperhatikan mantan penyalahguna narkoba untuk bisa mengambil manfaat,” tandasnya.

Arifin salah satu mantan penyalahguna narkoba menuturkan awal mula mempelajari membatik sedikit kesulitan mulai dari desain, membuat pola dan cara mencanting. ”Awalnya kesulitan mencanting karena panas di tangan namun lama-lama terbiasa dan asyik,” tutur pria asal Purwodadi ini. (mg26/ric/ce1)