UNGARAN – Pemkab Semarang akan membangun sebuah museum penyimpanan benda purbakala pada tahun 2017 ini. Menyusul banyaknya benda purbakala yang tersebar di wilayah Kabupaten Semarang yang kekurangan tempat penyimpanan.

Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan bahwa pembangunan museum akan dilakukan di Desa Candirejo Kecamatan Tuntang. Lokasi tepatnya yaitu eks kantor Kawedanan Tuntang. “Saat ini memang banyak benda purbakala di Kabupaten Semarang yang tak bertuan, sehingga perlu sebuah museum,” ujar Mundjirin, Selasa (18/4) kemarin.

Dikatakan dia, dengan dibangun sebuah museum, benda purbakala tersebut dapat terawat dengan baik. Pembangunan museum juga salahsatu dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang. “Syukur museum itu bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, kami akan mengumpulkkan benda purbakala yang tak bertuan di museum,” katanya.

Pemkab Semarang termotivasi membangun museum setelah adanya penemuan Yoni di Kelurahan Harjosari Bawen beberapa waktu lalu. Saat ditemukan, Pemkab mengalami kesulitan melakukan penyimpanan. Proses pemindahan Yoni tersebut ke eks Kawedanan Tuntang juga menuai kontra dari warga setempat dimana Yoni tersebut ditemukan.

“Masyarakat merasa khawatir, kehidupannya akan terganggu dengan pemindahan Yoni. Itu kepercayaan masyarakat. Sebetulnya kami beruntung, kalau masyarakat mau merawat benda peninggalan purbakala, karena mereka merasa handerbeni,” ujarnya.

Malihat hal itu, Mundjirin mengimbau setiap pihak apabila di tempat usahanya ditemukan benda purbakala, dapat dilaporkan ke Pemkab Semarang. Selanjutnya akan dilakukan penyimpanan di museum yang hendak dibangun tersebut.

Apabila masyarakat melakukan penolakan ketika benda purbakala hendak dipindah, ia juga mengimbau agar masyarakat setempat membuatkan tempat khusus untuk penyimpanan. “Adanya benda purbakala di lingkungan pabrik sebagai tempat wisata juga boleh, asal tidak mengganggu pabrik. Tapi kalau mau dipindahkan ke tempat lain ya silahkan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Sekretarit Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo menambahkan, pembangunan museum di Tuntang akan dilakukan dalam dua tahap. Pendanaannya melalui APBD Kabupaten Semarang. Untuk tahap pertama, akan dilaksanakan pada 2017 ini, sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada 2018 mendatang. “Pembangunan tahap pertama dianggarkan Rp 1,5 miliar. April ini DED selesai, dilanjutkan lelang pembangunan fisik. Targetnya pekerjaan fisik selesai November 2017,” jelasnya.

DijelaskanSukaton lebih lanjut, luas lahan eks kantor Kawedanan Tuntang yang akan dibangun museum yaitu 3 ribu meter persegi. “Pada pembangunan tahap pertama, keberadaan pendapa depan tetap dipertahankan, hanya ditinggikan bangunannya,” ujarnya.

Pada pembangunan tahap kedua, khusus untuk museum bagian belakang akan dibangun setinggi dua lantai. “Rencananya khusus untuk menyimpan benda-benda purbakala,” ungkapnya. Selain sebagai museum, eks kantor Kawedanan Tuntang akan digunakan sebagai tempat pameran, karena lokasinya luas da besar. (ewb/ida)