JADI CONTOH: Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai membayar Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui mobil operasional pelayanan PBB-P2 di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (17/4). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
JADI CONTOH: Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai membayar Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui mobil operasional pelayanan PBB-P2 di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (17/4). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Nilai Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Salatiga yang belum tertagih hingga saat ini mencapai Rp 5,3 miliar. Tunggakan tersebut dilimpahkan ke Pemkot Salatiga sebagai sisa tugas dari Kantor Pajak Pratama (KPP) Salatiga.

Ketua Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Salatiga Tri Priyo Nugroho menjelaskan, setelah KPP Pratama melimpahkan pengelolaan PBB-P2 pada 2014 lalu, pengelolaan pajak tersebut menjadi tanggungjawab Pemkot Salatiga termasuk penagihan tunggakan para wajib pajak. “Hingga saat ini, nilai nominal tunggakan PBB-P2 yang belum tertagih mencapai Rp 5,3 miliar. Kami terus berupaya untuk melakukan penagihan meskipun tunggakan terjadi pada saat dikelola oleh KPP Pratama,” ujar dia, kemarin.

Terkait pengelolaan PBB P2 pascapelimpahan, Pemkot Salatiga terus berupaya dan melakukan terobosan agar realisasi penerimaan PBB-P2 bisa sesuai target. Upaya yang dilakukan membuahkan hasil. Bahkan realisasi penerimaan PBB-P2 2016 melebihi target yang telah ditentukan.

“Target penerimaan 2016 sekitar Rp 6,4 miliar. Namun realisasinya mencapai Rp 7,8 miliar. Ini merupakan salah satu wujud keberhasilan kinerja daerah dalam mendorong dan meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya,” ujarnya.

Sedangkan target pendapatan PBB pada 2017 senilai Rp 7,52 miliar dengan jumlah objek 70.300 wajib pajak. “Kami optimistis realisasi penerimaan PBB-P2 2017 bisa melebihi target yang telah ditetapkan. Sebab tingkat kesadaran masyarakat Salatiga dalam membayar pajak trennya meningkat,” tukasnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Salatiga Ahmad Rofai mengajak pegawai negeri sipil (PNS) di Salatiga menjadi contoh dan teladan dalam pembayaran PBB-P2 bagi masyarakat. “PNS harus menjadi contoh yang baik dalam membayar PBB,” ucapnya.

Untuk memberikan keteladanan dalam membayar pajak, Rofai membayar Pajak Bumi dan Bangunan-Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang menjadi tanggungannya melalui mobil operasional pelayanan PBB-P2 di Halaman Pemkot Salatiga, Senin (17/4). Pembayaran tersebut menandai Bulan Keteladanan PBB-P2 Kota Salatiga Tahun 2017.

Setelah melaksanakan kewajiban sebagai wajib pajak, Rofai menyampaikan harapan agar PNS di lingkungan Pemkot Salatiga dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan informasi tentang pajak kepada masyarakat sekaligus dapat memberikan teladan dalam membayar pajak.

“Pelaksanaan pembangunan memerlukan dana yang tidak sedikit, sehingga upaya untuk menggali potensi pendapatan harus dilakukan dengan optimal. Penerimaan pajak adalah salah satu pilar utama pendapatan daerah Kota Salatiga, untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat Salatiga untuk membayar pajak, khususnya PBB-P2. Kepada para PNS agar dapat memberikan contoh kepada masyarakat dengan membayar pajak tepat waktu,” urainya. (sas/ton)