33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Penambang Manual Minta Disediakan Kawasan Khusus

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MUNGKID – Ratusan massa yang tergabung dalam paguyuban penambang manual dan armada pasir merapi MTC, menggelar unjuk rasa di halaman Pemkab Magelang, kemarin. Mereka menuntut diberikan lokasi khusus penambangan manual, karena terdesak penambangan alat berat.

Dalam aksinya, massa membawa serta puluhan truk. Mereka berorasi di bawah pengamanan kepolisian. Koordinator aksi, Nida Nur Afandi, mengatakan, pihaknya menuntut agar penambang manual diberikan izin resmi. Meski Pemprov Jawa Tengah yang menerbitkan, namun proses perizinan harus melalui rekomendasi wilayah dan lingkungan ada di tangan Pemkab.

Dalam aksinya, massa juga meminta wilayah khusus untuk penambangan manual. Yakni, di daerah Cawang Kali Bebeng, Kecamatan Srumbung. Di sana, material masih sangat banyak dan belum dijamah oleh penambangan alat berat. “Saat ini, posisi kami terjepit karena makin banyaknya penambangan alat berat.”

Nida mengaku siap mengurus izin, asalkan diberikan kepastian hukum. “Kami akan tetap menambang di daerah Cawang Kali Bebeng, termasuk di tebing dengan jaminan keamanan dari Pemkab,” katanya kepada awak media. Menurut Nida, para penambang manual hanya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara penambangan alat berat, dianggap hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasa diminta masuk ke kantor untuk audensi, Bupati Magelang Zaenal Arifin tidak hadir. Ia diwakili oleh Asisten I Setda, Eko Triyono, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Agung, Kepala Dinas Pembangunan Umum Heriyanto; dan Kepala Satpol PP, Imam Bashori.

Eko Triyono mengatakan, pihaknya siap membantu proses pengajuan izin penambangan manual. Menurut Eko, proses perizinan saat ini ada di tangan Pemprov Jawa Tengah. Pemkab Magelang sendiri hanya berwenang memberikan rekomendasi. “Silahkan ajukan wilayah yang mau ditambang.”

Eko membeber, pada 2007 silam, pihaknya pernah mengeluarkan izin tambang manual di Kali Bebeng seluas 10 hektare sampai batas Cawang. Ironisnya, tidak ada setahun, material sudah habis karena tingginya kebutuhan pasir. “Targetnya dulu per hari 300 truk. Tapi praktiknya mencapai 600 truk/hari,” katanya.

Menurut Eko, soal regulasi izin penambangan, saat ini berada di tangan Pemprov. Wewenang bupati hanya memegang rekomendasi izin lingkungan. Pemkab, klaim Eko, berencana membantu proses penertiban kegiatan penambangan ilegal.

“Kami sudah menghubungi BBWSO untuk meminta menghentikan penambangan menggunakan alat berat di lahan tambang manual di Bebeng, karena dulu izinya normalisasi. Namun kenapa, keluarya justru izin usaha tambang.”

Eko menyampaikan, “Saat proses pengurusan izin penambangan alat berat, juga ada kesepakatan tidak mengusik penambang manual. Maka dari itu persoalan ini, harus dikaji secara langsung oleh gubernur sebagai bahan tinjauan ulang di lapangan.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Mengatasi Kejenuhan Pasangan

­Tanya dr Andi: Dok, saya sudah menikah 13 tahun, sekarang ini sudah sering mengalami rasa jenuh saat hubungan dengan suami. Bagaimana cara mengatasinya dok? Terimakasih. A...

Targetkan Lulusan Penuhi Kebutuhan Dudi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – SMK Citra Medika Kota Magelang mengoptimalkan fungsi program bursa kerja khusus (BKK) di sekolah untuk menyalurkan lulusannya ke perusahaan-perusahaan ternama, sesuai...

Pak Min Ndredeg saat Pembelinya Gubernur Ganjar

Parimin, pemilik Warung Bakso Asri harus melewati perjalanan panjang sebelum akhirnya sukses berbisnis bakso saat ini. Pria yang akrab disapa Pak Min ini pernah...

Pola Didik Guru Menumbuhkan Karakter Santun Siswa

RADARSEMARANG.COM - Kebiasaan siswa sekarang sering menganggap remeh suba sita dalam bersikap. Semua dianggap sama seperti mereka. Bersikap dengan orang tua, guru, atau teman...

Pejabat Diminta Waspadai WTS

TEMANGGUNG-Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta para kepala sekolah di Temanggung, diminta waspada dan hati-hati terhadap orang yang mengaku-ngaku wartawan, namun...

Tanah Longsor Tutup JLS

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Tebing setinggi sekitar 25 meter dengan kemiringan 80 derajat yang berada di tepi Jalan Lingkar Salatiga (JLS) longsor, Jumat (12/1) sekitar...