Penambang Manual Minta Disediakan Kawasan Khusus

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

MUNGKID – Ratusan massa yang tergabung dalam paguyuban penambang manual dan armada pasir merapi MTC, menggelar unjuk rasa di halaman Pemkab Magelang, kemarin. Mereka menuntut diberikan lokasi khusus penambangan manual, karena terdesak penambangan alat berat.

Dalam aksinya, massa membawa serta puluhan truk. Mereka berorasi di bawah pengamanan kepolisian. Koordinator aksi, Nida Nur Afandi, mengatakan, pihaknya menuntut agar penambang manual diberikan izin resmi. Meski Pemprov Jawa Tengah yang menerbitkan, namun proses perizinan harus melalui rekomendasi wilayah dan lingkungan ada di tangan Pemkab.

Dalam aksinya, massa juga meminta wilayah khusus untuk penambangan manual. Yakni, di daerah Cawang Kali Bebeng, Kecamatan Srumbung. Di sana, material masih sangat banyak dan belum dijamah oleh penambangan alat berat. “Saat ini, posisi kami terjepit karena makin banyaknya penambangan alat berat.”

Nida mengaku siap mengurus izin, asalkan diberikan kepastian hukum. “Kami akan tetap menambang di daerah Cawang Kali Bebeng, termasuk di tebing dengan jaminan keamanan dari Pemkab,” katanya kepada awak media. Menurut Nida, para penambang manual hanya mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sementara penambangan alat berat, dianggap hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Setelah berorasi, perwakilan pengunjuk rasa diminta masuk ke kantor untuk audensi, Bupati Magelang Zaenal Arifin tidak hadir. Ia diwakili oleh Asisten I Setda, Eko Triyono, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tri Agung, Kepala Dinas Pembangunan Umum Heriyanto; dan Kepala Satpol PP, Imam Bashori.

Eko Triyono mengatakan, pihaknya siap membantu proses pengajuan izin penambangan manual. Menurut Eko, proses perizinan saat ini ada di tangan Pemprov Jawa Tengah. Pemkab Magelang sendiri hanya berwenang memberikan rekomendasi. “Silahkan ajukan wilayah yang mau ditambang.”

Eko membeber, pada 2007 silam, pihaknya pernah mengeluarkan izin tambang manual di Kali Bebeng seluas 10 hektare sampai batas Cawang. Ironisnya, tidak ada setahun, material sudah habis karena tingginya kebutuhan pasir. “Targetnya dulu per hari 300 truk. Tapi praktiknya mencapai 600 truk/hari,” katanya.

Menurut Eko, soal regulasi izin penambangan, saat ini berada di tangan Pemprov. Wewenang bupati hanya memegang rekomendasi izin lingkungan. Pemkab, klaim Eko, berencana membantu proses penertiban kegiatan penambangan ilegal.

“Kami sudah menghubungi BBWSO untuk meminta menghentikan penambangan menggunakan alat berat di lahan tambang manual di Bebeng, karena dulu izinya normalisasi. Namun kenapa, keluarya justru izin usaha tambang.”

Eko menyampaikan, “Saat proses pengurusan izin penambangan alat berat, juga ada kesepakatan tidak mengusik penambang manual. Maka dari itu persoalan ini, harus dikaji secara langsung oleh gubernur sebagai bahan tinjauan ulang di lapangan.” (vie/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -