Mengenal Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang

Merah Dianggap Warna Hoki, Berani, dan Glamor

675
SUKA WARNA MERAH: Anggota Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang saat kopi darat di depan kantor Gubernur Jateng. (RCCI Chapter Semarang for Jawa Pos Radar Semarang)
SUKA WARNA MERAH: Anggota Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang saat kopi darat di depan kantor Gubernur Jateng. (RCCI Chapter Semarang for Jawa Pos Radar Semarang)

Para pencinta mobil warna merah Kota Atlas tergabung dalam Red Car Community of Indonesia (RCCI) Chapter Semarang. Mereka memilih mobil merah karena dianggap berani, membawa hoki dan warna glamor.

ADENNYAR WYCAKSONO

KECINTAAN terhadap warna merah adalah sebuah alasan terbentuknya Red Car Community of Indonesia Chapter Semarang pada akhir 2015 lalu. Menurut para anggotanya, warna merah dianggap sebagai warna yang unik dan memiliki karakter kuat sesuai dengan penyuka warna tersebut.

Ketua RCCI Chapter Semarang, Maria SM, menceritakan, terbentuknya komunitas ini bermula dari kesamaan warna mobil. Para pemilik mobil warna merah itu pun akhirnya memutuskan untuk membentuk sebuah komunitas pada akhir 2015 lalu. Saat itu, jumlah anggota awal sekitar belasan pemilik mobil merah.

”Saat baru merintis, jumlah member hanya sedikit. Kami masih mencari member baru yang mau bergabung di komunitas ini,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Hingga kini, jumlah anggota RCCI Chapter Semarang sekitar 25 member aktif. Sisanya member tidak aktif mencapai 40 pemilik mobil. Rencananya setelah Idul Fitri atau Juli mendatang, pihaknya akan mendeklarasikan diri sebagai sebuah komunitas mobil. Meski terbilang baru, komunitas ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebab, berbagai kontes modifikasi mobil pernah dimenangkan.

”Anggota RCCI Chapter Semarang sering ikut event modifikasi. Kebetulan ada yang hobi modif dan penyuka mobil retro. Kedua jenis mobil ini sering menang kontes di Semarang maupun luar kota. Baru-baru ini anggota kami menyabet juara di Jogja,” tuturnya bangga.

Menurut dia, warna merah punya keunikan tersendiri terutama pada mobil. Beberapa pabrikan bahkan membanderol varian mobil warna merah dengan harga yang lebih mahal dibanding warna lainnya. Bahkan, Maria rela mengecat mobil Mercedez hitam miliknya menjadi warna merah.

”Saya pribadi menganggap warna merah bagi seorang wanita adalah orang yang berani menerima tantangan. Warna yang mahal juga warna merah, karena terlihat lebih menarik,” ujarnya.

Anggota RCCI Chapter Semarang sendiri tidak hanya kalangan pria. Selain Maria, juga terdapat member kaum Hawa lainnya yang juga mencintai mobil warna merah.

Untuk jenis mobilnya, lanjut dia, tidak dibatasi satu merek saja. Anggota komunitas ini adalah pemilik berbagai jenis mobil keluaran terbaru hingga mobil tua atau retro. ”Sengaja tidak dibatasi merek mobilnya apa, menurut kami dengan anggota yang memiliki merek mobil yang berbeda malah akan menambah pengalaman dari segi otomotif, khususnya bagi anggota yang buta terhadap mesin atau masalah modifikasi atau istilahnya malah akan diajari atau diarahkan,” bebernya.

Janu Susilo, salah satu member RCCI Chapter Semarang mengungkapkan, meski memiliki anggota tidak sebanyak komunitas mobil lainnya, RCCI justru lebih solid dan kompak. Setiap ada event yang diselenggarakan ataupun diikuti, semua member pasti datang meramaikan acara tersebut. ”Contohnya kalau ada yang ikut kontes, selain support kami juga ikut nungguin rame-rame. Sementara jika ada acara sosial atau kopdar, semua member pasti ikut untuk silaturahmi dan menambah persaudaraan,” katanya.

Karena mayoritas anggotanya berusia 30-an ke atas, dan disibukkan dengan dunia kerja, kopi darat atau kopdar diselenggarakan sebulan sekali melihat waktu luang dari anggotanya. Kopi darat sendiri dilakukan di depan halaman Kantor Gubernur Jalan Pahlawan setiap Minggu sore. ”Karena sudah pada kerja, isinya bukan hanya hura-hura. Lebih ke persaudaraan dan kekompakan antar member,” ujarnya.

 Ia menyanyangkan jika ada komunitas mobil yang cenderung mencederai arti sebuah komunitas, dan malah membuat image negatif dari sebuah komunitas. Seperti kebut-kebutan di jalan, arogan dan tidak menghargai pengendara lainnya. Sebab, menurut dia, sebuah klub mobil atau komunitas dibentuk berdasarkan sebuah kesamaan hobi dan menambah rasa teman atau sahabat serta menyalurkannya ke kegiatan positif bukan malah mencari musuh.

Image negatif yang telanjur melekat (di komunitas otomotif) ini membuat banyak orang enggan bergabung dan malah tidak respect, inilah yang membuat sebuah komunitas susah berkembang,” ucapnya kecewa. (*/aro/ce1)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here