Johar Tersendat, Bantuan Rp 100 M Tak Cair

455

SEMARANG – Rencana revitalisasi Pasar Johar baru tersendat anggaran dari pemerintah pusat. Rencananya pihak pusat akan membantu Rp 100 miliar namun dana tersebut hingga kini belum cair.

Padahal, bulan ini Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang akan melakukan lelang proyek tersebut. Pemerintah Kota Semarang sendiri hanya menyediakan Rp 50 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar. Sedangkan anggaran yang diandalkan dari pemerintah pusat tak ada kejelasan.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, M. Irwansyah mengakui perihal bantuan dari pemerintah pusat Rp 100 miliar tersebut tak kunjung cair. Tentu saja, ini menjadi kendala yang cukup membuat panik. Sebab, di sisi lain, proses pembangunan tahap awal ini mendesak segera dimulai.

”Bulan ini, Dinas Penataan Ruang Kota Semarang akan memasukkan proyek tersebut dalam lelang. Bulan depan, pengerjaan sudah bisa dimulai, dan ditarget penguatan bangunan cagar budaya Johar bisa selesai tahun ini. Kami pernah dijanjikan mendapatkan bantuan Rp 100 miliar untuk penguatan bangunan cagar budaya Pasar Johar. Tapi hingga kini tidak ada kejelasan. Kemungkinan belum mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan,” kata Irwansyah.

Dijelaskannya, Pemkot Semarang dalam pembangunan penguatan bangunan cagar budaya di Pasar Johar ini hanya mengalokasikan anggaran Rp 50 miliar. Sesuai dengan rencana, pengerjaan penguatan tersebut meliputi pembuatan penyangga tiang-tiang bangunan yang masih utuh pasca terjadi kebakaran.

”Tiang-tiang itu dilakukan penguatan menggunakan besi baja. Ini dimaksudkan agar bangunan cagar budaya ini tidak rusak saat bangunan baru di sisi selatan bangunan lama didirikan beberapa tiang pancang. Proses pembangunan itu kan akan membuat bangunan di sekitarnya ikut bergetar,” bebernya.

Bagaimana bila bantuan Rp 100 miliar dari pemerintah pusat tidak cair? Irwansyah mengaku masih terus berharap agar dana bantuan tersebut bisa cair. Tetapi bila kemungkinan terburuk itu terjadi, maka pihaknya tetap akan melaksanakan proses pembangunan penguatan bangunan cagar budaya tersebut. ”Kami akan gunakan anggaran yang telah dialokasikan Pemkot Semarang secara maksimal. Bagimanapun, penguatan bangunan cagar budaya yakni sisi utara, tengah, dan selatan, harus segera dilakukan,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, mengatakan pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk mengurai permasalahan belum cairnya bantuan dari pemerintah pusat. ”Memang, bantuan dari Kementerian Keuangan memerlukan proses dan persyaratan rumit. Tetapi hal itu harus bisa diurai. Kami dorong agar Pemkot Semarang menghadap langsung ke Kementerian Keuangan. Kalau perlu, kami dari dewan siap melakukan pendampingan,” ujar Danur. (amu/zal/ce1)