KHIDMAT: Umat Kristiani saat menjalankan Misa Vigili Paskah di Gereja Stasi Santo Petrus Krisologus, Bukit Semarang Baru (BSB), Sabtu (15/4) lalu.
KHIDMAT: Umat Kristiani saat menjalankan Misa Vigili Paskah di Gereja Stasi Santo Petrus Krisologus, Bukit Semarang Baru (BSB), Sabtu (15/4) lalu.

SEMARANG – Ribuan umat Kristiani menjalankan perayaan Misa Vigili Paskah di Gereja Stasi Santo Petrus Krisologus, Bukit Semarang Baru (BSB), secara khidmat, Sabtu (15/4).

Prosesi Vigili Paskah dipimpin langsung oleh Romo Redemptus Hardaputranta SJ dan Romo Broto Kartono SJ. Diawali dengan upacara cahaya. Lampu-lampu gereja dimatikan. Upacara dilakukan di halaman gereja dengan menyalakan lilin alfa omega sebagai tanda api baru dan lambang kebangkitan Tuhan.

Dalam khotbahnya, Romo Redemptus Hardaputranta SJ menyatakan, Paskah adalah hari istimewa bagi umat Kristiani. Paskah bukan hanya semata-mata kenangan kebangkitan Kristus tetapi umatnya juga merasakan ikut bangkit dari maut sehingga terbuka untuk masa depan cerah. Kebangkitan ini pula menjadikan hubungan antara umatnya dengan Allah dan seluruh ciptaan, telah dipulihkan.

”Kita dibebaskan dari dosa dan memperoleh janji keselamatan karena Yesus Kristus telah menang melawan bangkit. Jadi kita tidak perlu hidup dalam ketakutan, baik itu ketakukan akan kematian maupun ketakutan apa pun nantinya,” ujarnya.

Ia menambahkan, umat Kristiani juga tidak perlu takut akan masa depan. Menurut ajaran yang disampaikan Yesus Kristus kepada umatnya, anugerah dari Paskah adalah kebangkitan yang membawa kesegaran iman.

”Yesus ada di depan kita, mengawal kita. Apa pun yang akan terjadi nanti, kita tidak perlu takut apalagi ketakutan yang berlebihan,” katanya menutup khotbah yang berlangsung cukup singkat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Panitia, Yohanes Eko mengatakan, perayaan Paskah tahun ini dihadiri sekitar 3 ribu umat Kristiani di wilayah perumahan BSB dan sekitarnya. Kegiatan perayaan Paskah sendiri diawali dari Rabu Abu, Misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan puncaknya yakni misa malam Paskah. Pada Jumat Agung, pihaknya menampilkan pentas visualisasi penyaliban Yesus. (*/zal/ce1)