Optimistis Tax Amnesty Dorong Pertumbuhan Ekonomi

1332

SEMARANG – Salah satu tujuan program amnesti pajak yang berakhir pada Maret lalu adalah memberikan tambahan dana untuk pembiayaan pembangunan. Hal ini diharapkan dapat mendorong perekonomian, termasuk di Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengungkapkan, pada 2016 lalu terdapat penurunan pengeluaran belanja pemerintah. Melalui masuknya dana amnesti pajak ini, diharapkan akan memberi dampak positif terhadap anggaran belanja pemerintah. “Kalau pengeluaran pemerintah naik, khususnya untuk pembiayaan pembangunan, maka berbagai sektor lain juga akan terkena dampak,” katanya.

Namun begitu ia mengakui untuk saat ini dampak dari pelaksanaan amnesti pajak memang belum terlihat. “Kan baru selesai kemarin, jadi belum terlihat jelas. Tapi bisa jadi dampaknya, pertumbuhan ekonomi wilayah ini akan lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 5,28  persen,” ujarnya.

Ia menambahkan, meski belum terlihat jelas, terdapat beberapa pilihan terhadap penggunaan dana hasil amnesti pajak. Dia mencontohkan pengelolaan dana amnesti pajak yang disimpan dalam bentuk deposito, tabungan atau langsung pada sektor riil, seperti pembelian obligasi, reksa dana atau sukuk.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng I mencatat total uang tebusan amnesti pajak dari periode pertama hingga periode tiga mencapai Rp 8,374 triliun. Dengan kontribusi terbesar dari wajib pajak badan. “Uang tebusan dari WP UMKM Rp 2,988, 822 miliar, sisanya dari WP badan sekitar Rp 8, 1 triliun,” papar Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng (DJP) I, Irawan.

Sedangkan untuk total wajib pajak yang mengikuti program amnesti pajak sebanyak 51.640. Terdiri dari wajib pajak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebanyak 27.361 dan sisanya wajib pajak badan serta orang pribadi. “Memang peserta lebih banyak WP UMKM, tapi kalau untuk uang tebusan lebih besar WP Badan,” jelasnya.

Kemudian untuk dana repatriasi yang dilakukan di DJP Jateng 1, hingga hari terakhir mencapai Rp 25, 2 triliun. Jumlah ini terbesar kedua secara nasional. Sedangkan untuk total harta yang dideklarasikan Rp 371,8 triliun dengan rincian deklarasi dalam negeri Rp 290, 3 triliun dan luar negeri Rp 56, 3 triliun. (dna/smu)