Tinggi, Minat Jadi Banser dan Fatser

3375
BUKA PELATIHAN: Bupati Batang terpilih Wihaji menyematkan tanda pelatihan kepada calon anggota Banser dan Fatser di Desa Gombong, Pecalungan, Jumat (14/4). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
BUKA PELATIHAN: Bupati Batang terpilih Wihaji menyematkan tanda pelatihan kepada calon anggota Banser dan Fatser di Desa Gombong, Pecalungan, Jumat (14/4). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Banyaknya generasi muda di Kabupaten Batang yang ingin menjadi anggota Banser (Barisan Serba Guna) dan Fatser (Fatayat Serba Guna), membuat pengurus Korcab Kabupaten Batang kembali membuka kembali pelatihan PKD dan Diklatsar.  Pelatihan yang ke-27 ini, selain sebagai sarana untuk merekrut anggota baru. Juga  menjadi penutup masa bhakti pengurus yang sekarang.

Kali ini pelatihan dilaksanakan di Desa Gombong, Kecamatan Pecalungan selama tiga hari, 15 -17 April 2017. Sebanyak 140 orang terdaftar sebagai peserta pelatihan. Terdiri atas 100 calon anggota Banser, dan 40 calon anggota Fatser.

Peserta datang dari beberapa kecamatan dan dari berbagai profesi. Ada yang masih menjabat kades, ada yang masih berusia belasan tahun, dan  ada yang sudah berusia 60 tahun. Selain itu ada 15 peserta yang berasal dari Kabupaten Kendal. Pelatihan meliputi teori dan praktik tentang Ke-NU-an, bela negara dan latihan lain yang sudah ditetapkan. Pelatihnya dari Instruktur Banser, TNI, Polri, Medis dan Pemadam Kebakaran.

Ketua PAC Ansor Kecamatan Pecalungan, Dibyo Risgiarto, mengaku, gembira dengan ditempatkannya kegiatan tersebut di wilayahnya. Hal itu sesuai harapan pengurus, yang jauh hari sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah.

“Kami senang dan bangga Pecalungan bisa menjadi tuan rumah kegiatan ini. Semoga bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ucapnya.

Area yang luas, alam yang asri, dan medan menantang, menjadi lokasi yang tepat untuk latihan fisik. Selain itu, peserta juga disuguhi pemandangan alam yang indah. Karena lokasi pelatihan berada di dekat objek wisata alam Curug Gombong.

Bupati Batang terpilih, Wihaji, yang menjadi inspektur upacara dalam sambutannya mengatakan, jika Banser adalah mitra TNI/Polri yang siap diterjunkan kapan saja. Banser dan Fatser adalah pengawal negara yang setia kepada Pancasila dan NKRI, menjaga akidah, serta menjadi pasukan yang siap diterjunkan kapan saja untuk menjaga keamanan negara.

“Saya bangga dan hormat, karena NU paling sering mengadakan pengkaderan. Dan saya tegaskan bahwa saya juga anggota Banser yang telah melakukan pelatihan seperti Anda sekarang ini,” kata Wihaji disambut tepuk tangan meriah.

Dalam kesempatan itu, Wihaji didaulat untuk menyematkan tanda peserta pelatihan kepada perwakilan sekaligus membuka dimulainya PKD dan Diklatsar. Pada pembukaan kemarin, juga dihadiri Muspika Kecamatan Pecalungan, anggota DPRD Batang, Paguyuban Kepala Desa, serta Pengurus NU.(han/sct/aro)