33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Mengisi Masa Tua dengan Ibadah

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Di usianya yang tak lagi muda, Djoko mengisi waktu luangnya untuk memperbanyak beribadah dan mengikuti pengajian. Menurutnya, di kehidupannya yang telah mapan ini ia hanya perlu mencurahkan waktu luangnya untuk beribadah.

“Sekarang mau ngapain lagi, pendidikan saya sudah mentok, pangkat juga sudah mentok karena sudah pensiun, kan tinggal perbanyak ibadah dan menikmati waktu dengan santai,” ungkap dokter yang menyukai fotografi ini.

Setiap minggunya ia selalu menyempatkan diri utuk mengikuti pengajian di pondok pesantren Al-Fitrah yang berada di Meteseh, Tembalang, Semarang. Seperti saat Jawa Pos Radar Semarang menyapanya di rumah, ia baru saja pulang dari pengajian rutin di ponpes tersebut.

“Sepakbola kan hobi, disitu sebagai tempat saya refreshing, ibadah ini untuk mendekatkan diri dengan yang kuasa, bersyukurlah selama ini diberikan rahmat dalam hidup,” tuturnya.

Ia juga selalu memberikan wejangan kepada para punggawa Panser Biru, baik dalam latihan maupun pertandingan. Djoko mengatakan, kalimat yang selalu ditanamkannya kepada para pemain salah satunya jika yang bersangkutan tidak menurut alias bandel.

“Namanya anak muda kan pasti bandel, ngotot buat latihan aja. Trus saya bilang ke mereka ‘dalam kondisi kalian fit saja belum tentu masuk line up, apalagi dengan kondisi cidera, kan nggak mau kalau di bangku cadangan terus, nanti baru mereka nurut,” ungkap pria yang pernah bekerja di Puskesmas Kalimantan Selatan ini.

Baginya, tidak ada yang tidak mungkin untuk dijalani dalam hidup. Asal kita mau bersungguh-sungguh dan tidak setengah-setengah menjalaninya. Hal itu ia terapkan dalam menjalani profesinya sebagai dokter spesialis penyakit dalam maupun dokter official PSIS. “Saya selalu pegang kalimat Man Jadda Wa Jadda, itu artinya barangsiapa bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya,” tandasnya. (mg26/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kena Razia, Galian C Illegal Ganti Operator

SEMARANG - Operator tambang ilegal di Jateng selalu kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dalam beroperasi. Biasanya setelah kena razia gabungan tim Reskrim kepolisian dan Pemprov...

Membaca Alquran, Kitab Tanda Abad Milenial

RADARSEMARANG.COM - KETIKA Jibril berkata kepada Muhammad 15 abad silam di sebuah gua di puncak gunung di Makkah, “Bacalah!”, jelas kita tahu dia tidak...

Pasang Alat Pendeteksi Bencana di 3 Kelurahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Setelah mendapatkan bantuan untuk membangun pembangkit listrik tenaga sampah dari Denmark, bantuan konverter bahan bakar gas (BBG) untuk bus dari Jepang,...

Pengunjuk Rasa PLN “Dilumpuhkan”

SALATIGA – Seorang pengunjuk rasa diamankan aparat keamanan ketika berdemo mendatangi kantor APJ PLN Salatiga, di Jl Diponegoro 19 kemarin pagi. Aksi unjuk rasa...

Kontraktor Dewi Sri Sejati Raih Penghargaan Nasional

PENGHARGAAN Indonesia Business, Profesional and Education kembali digelar kali ketujuh, bertempat di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Jumat (16/6) lalu.  Penghargaan yang dimaksudkan sebagai...

Bermusik Bisa Latih Konsentrasi Anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kesadaran orang tua mendukung perkembangan minat dan bakat anak dalam bidang musik semakin meningkat. Salah satu sekolah musik di Magelang, Ahmad...