Ganti Speed Gear, Tarikan Kencang

5956
Toyota Corolla DX 1982
Toyota Corolla DX 1982

Toyota Corolla DX kini menjadi buruan para modifikator dan pencinta mobil tua. Pasalnya mobil ini memiliki bentuk yang minimalis dengan gaya retro klasik yang kental. Seperti Toyota Corolla DX seri GT keluaran tahun 1982 milik Budi Suminarto ini. Dia enggan melepas mobil kesayangannya karena dianggap sebagai mobil istimewa.

Pria yang juga owner bengkel Plat H Auto Station Semarang ini sengaja mempertahankan orisinalitas mobil miliknya dari segi eksterior. Ada beberapa part tambahan yang sengaja ditanamkan seperti talang air berwarna chrome karena menjadikan mobil miliknya berbeda dengan yang lainnya.

“Kalau warna aslinya memang putih. Sengaja dipertahankan dengan menyiram cat agar tampak lebih kinclong,” kata Budi, kepada Jawa Pos Radar Semarang. Budi menjelaskan, kategori mobil retro sendiri adalah mobil keluaran tahun 1980 an. Khusus mobil miliknya, memiliki karakteristik yang unik asli dari pabrikan. Yakni menggunakan spion tanduk, lampu bulat serta velg yang cenderung sederhana.

“Spion tanduknya masih orisinal, memang tempatnya disamping kap mesin, bukan di pintu seperti mobil pada umumnya. Selain itu lampunya berbentuk bulat dan itulah yang menjadi karakteristik mobil ini dari sisi eksterior,” jelasnya.

Karena mobil sudah cenderung tua, lanjut Budi, harus ada penggantian part pada kaki-kaki  agar tetap nyaman digunakan harian sehingga tidak mengalami masalah di jalan. Salah satu part yang wajib diganti adalah tie rod. “ Beberapa part harus ada peremajaan, utamanya bagian kaki seperti tie rod dan shockbreaker,” tuturnya.

Mobil miliknya, menggunakan velg Watanabe dibungkus ban ATR dengan tapak lebar, diakui sudah sangat nyaman untuk berkendara harian ataupun touring. Lanjut ke bagian dapur pacu, Budi masih menggunakan mesin standar dengan kapasitas mesin 1.300 cc. Pada bagian ini, ia mengganti speed gear transmisi agar mobil memiliki nafas yang lebih panjang. “Sebelumnya hanya 4 speed, punya saya diganti menjadi 5 speed dengan mengganti gear transmisi. Selain itu pada gas buang atau knalpot menggunakan perbandingan 4-1, sementara aslinya 4-2-1,” ungkapnya.

Beralih ke bagian interior, perlakuan yang sama dilakukan yakni peremajaan. Namun konsep yang diusung tetap orisinal dengan dibungkus cover jok kulit merek MB Tech berwarna coklat agar kesan retro tetap kental. Pada bagian kemudi, setir asli diganti dengan setir bergaya balap dengan merek Momo dengan warna senada.

“Tipe DX sendiri memiliki dua varian interior yakni jenis beludru dan kulit, agar sama seperti aslinya saya ganti dengan jok bermaterikan kulit di depan, belakang, samping berwarna coklat,” bebernya.

Dari segi perawatan, mobil tua ternyata tidak seribet yang dibayangkan banyak orang. Hal yang paling penting tentu untuk melakukan pengecekan secara berkala mulai dari oli mesin dan piranti lainnya. Mobil ini pun hanya perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor. “Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakal, spare part pun mudah ditemukan kalau ada kerusakan berat,” tutupnya. (den/ric)