UM Magelang Targetkan Rp 15 M Hibah Dikti

666
PENINGKATAN KAPASITAS : Dosen UM Magelang mendapatkanpelatihan peningkatan kualitas penyusunan proposal dana hibah dikti di kampus II UM Magelang, kemarin. (HUMAS UM Magelang)
PENINGKATAN KAPASITAS : Dosen UM Magelang mendapatkanpelatihan peningkatan kualitas penyusunan proposal dana hibah dikti di kampus II UM Magelang, kemarin. (HUMAS UM Magelang)

MUNGKID — Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang melakukan kegiatan peningkatan kapasitas dosen dalam penyusunan proposal dana hibah penelitian dan pengabdian hibah ristek Dikti.

Diharapkan dengan meningkatkan kualitas proposal yang diajukan makin banyak kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan. Ketua LP3M UM Magelang Dr Heni Setyowati ER, MKes mengatakan, kegiatan tersebut juga untuk mendukung klaster penelitian utama UM Magelang untuk memperoleh dana maksimal Rp 15 miliar pada 2018.

Proposal yang disusun, kata Heni, harus sesuai rencana induk pengembangan (RIP) UM Magelang baik di bidang penelitian maupun pengabdian. “Sebanyak 150 dosen UM Magelang mengikuti kegiatan yang dibuka oleh rektor itu,” ujar Heni.

Empat pemateri dihadirkan dalam acara yang digelar di kampus II UM Magelang Mertoyudan itu. Mereka berasal dari Bappeda Kota dan Kabupaten Magelang serta reviewer dari Kemenristek Dikti Drs Bowo Adrianto.

Sekretaris Bappeda Kota Magelang mengatakan tentang isu-isu strategis Kota Magelang. Antara lain beberapa wilayah potensial untuk kegiatan penelitian seperti di kawasan Gunung Tidar dan Mantiyasih. “Kota Magelang sebagai kota jasa yang cerdas dan religius memiliki potensi untuk dikembangkan dalam suatu penelitian,” ujarnya.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Magelang Cahya Edi Pranama mengatakan adapun isu-isu strategis di Kabupaten Magelang yang memiliki potensi di bidang pertanian, industri kecil, dan pariwisata sangat memungkinkan untuk kegiatan pengabdian. Mengingat masih banyak desa miskin di Kabupaten Magelang yang memiliki 21 kecamatan dan 367 desa.

Masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Magelang, lanjut Edi, mendorong Pemda untuk mengadakan program PEPAK. Yakni Percepatan Penurunan Angka Kemiskinan.

Diakui Edi, beberapa program memang tidak dapat dijalankan secara masksimal, antara lain cakupan binaan kelompok perajin. Hal tersebut menjadi peluang bagi perguruan tinggi melakukan penelitian dan pengabdian di beberapa wilayah di Kabupaten Magelang.

Dr Suparni Setyowati Rahayu,MSi, reviewer Kemenristek Dikti menegaskan bahwa tugas utama dosen adalah melakukan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi. Data yang disampaikan oleh Bapedda Kota dan Kabupaten Magelang dapat dijadikan bahan penelitian dan pengabdian bagi para dosen UM Magelang.

Prof Akhmad Fauzy, PhD yang menjadi pemateri keempat sekaligus reviewer menyampaikan tentang penyusunan proposal penelitian. Selanjutnya para peserta mendapatkan klinik pembuatan proposal penelitian dan pengabdian dari para reviewer. (vie/sct/lis)