Makin Populer, Nasi Bancakan Laris Manis

3374
FAVORIT - Chef Hotel Horison Pekalongan Bambang, saat menyiapkan menu Nasi Bancakan untuk tamu hotelnya.(Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
FAVORIT - Chef Hotel Horison Pekalongan Bambang, saat menyiapkan menu Nasi Bancakan untuk tamu hotelnya.(Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Ide menu Nasi Bancakan yang diluncurkan Hotel Horison Pekalongan ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sajian makan bersama diatas meja hanya beralaskan daun pisang dan lauk dicampur jadi satu ini kini jadi menu idola.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat bagus, awalnya bagi sebagian orang dianggap aneh. Namun ternyata mereka malah tertarik untuk order,” jelas General Manager Hotel Horison Pekalongan Arif Bahtiar, Jumat (14/4) saat ditemui di hotelnya di Jalan Gajahmada No 11A.

Ide membuat menu,  berawal saat pihaknya sering melihat set makan bareng keluarga. Walaupun makan bersama, namun terlihat kurang akrab satu sama lain. Kemudian terlintas mengangkat cara makan seperti yang dilakukan masyarakat di Kampung selama ini saat sedang syukuran. Dengan satu nampan bersama dengan nasi dan lauk sederhana namun terasa nikmat. Yang juga biasanya dilakukan saat selesai pengajian, atau yang dilakukan oleh para santri di pondoknya.

“Kenapa tidak sekalian kami mengangkat tradisi makan bareng ala kampung atau santri ini ke hotel. Kami lihat dan rasakan, ternyata sangat menarik, selain terjalin keakraban juga menambah nafsu makan,” ujarnya.

Walaupun bukan konsep orisinil yang disajikan di restoran maupun rumah makan. Namun kalau dalam dunia perhotelan di Pekalongan, diyakini baru pertama kali Hotel Horison diangkat jadi menu makan resmi hotel.

Untuk menikmati satu porsi Nasi Bancakan, cukup merogoh kocek mulai Rp 100 ribu, saja dan bisa dinikmati untuk 4 orang. Dengan menu standar, ada kuluban (sayuran), tempe tahu bacem, telor, ikan asin, sambal goreng kentang, krupuk dan 3 sambal (sambal ijo, terasi dan tomat) serta minum air putih 4 gelas. Nasi dan semua lauk ditaruh langsung diatas meja, yang hanya dilapisi daun pisang. Sehingga suasana kampung dan etniknya sangat kental.

Menu tersebut juga bisa disantap 4 orang lebih, namun gelas dan lauk yang disediakan memang hanya untuk 4 orang saja. Jika ingin menambah, bisa namun akan tambahan biaya lagi. “Selain menu standar masih bisa nambah lauk dan minum lain, namun diluar harga paket harga menyesuaikan,” terusnya.

Ditambahkan, konsep makan seperti ini memang bertujuan untuk keakraban, atau diistilahkan oleh warga Pekalongan ’Rahatan”, sehingga yang belum akrab menjadi lebih akrab, yang belum kenal semakin kenal.

“Untuk makannya, kami tidak sarankan menggunakan sendok garpu, harus gunakan tangan, agar nuansa tradisinya terasa dan semakin terjalin keakraban. Selain itu, dengan tangan langsung pasti nikmat,” ujarnya.

Bagi yang tertarik untuk menikmati menu ini, bisa reservasi ke Hotel Horison Pekalongan. Karena menu ini, hanya bisa disajikan jika order terlebih dahulu. Tidak bisa langsung saat ditempat. Bisa kontak nomor 0285 4499007 & 082226838288. (han/adv/ric)