33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Kos Dirazia, Puluhan PL Kabur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KAJEN – Polsek Kajen, Polres Pekalongan bersama Satpol PP Kabupaten Pekalongan menggelar razia kos-kosan di Desa Tanjungkulon yang sebagian dihuni para pemandu lagu (PL).  Razia digelar guna menjaga situasi kondusif dan menindaklanjuti laporan warga Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan terkait adanya kegiatan malam di lingkungan kos-kosan yang dinilai mengganggu.

Dari 18 kamar yang ada dan dihuni lebih dari 20 PL, hanya 8 orang saja yang dapat dimintai keterangan, sisanya kabur saat diadakan razia. Warga mengeluhkan banyak tamu yang datang hilir mudik masuk ke area kos-kosan para PL, yang pulang pada malam hari menjelang pagi. Bahkan tidak sedikit tamu yang datang malam hari, dan tidak pulang untuk menginap di kos tersebut sehingga membuat warga terganggu.

Ketua RT 09 Desa Tanjungkulon, Kecamatan Kajen, Rusdiyanto, mengungkapkan warga Desa Tanjungkulon merasa terganggu dengan adanya aktivitas yang dilakukan para penghuni kos-kosan. Yakni berupa suara musik yang keras dan banyaknya tamu yang datang.

Menurutnya kos tersebut digunakan untuk beristirahat, bukan untuk kegiatan hiburan malam, atau menerima tamu dengan membunyikan musik yang keras, dan menganggu istirahat warga sekitar.

“Kami terpaksa lapor ke Polres Pekalongan, karena pemilik kos sudah kami tegur tidak direspon. Bahkan terkesan membiarkan aktivitas penghuni kos, dengan menyetel musik dengan keras dan mengganggu istirahat warga,” ungkap Rusdiyanto.

Hal serupa juga dikatakan oleh Perangkat Desa Tanjungkulon, Wanuri. Menurutnya sebagian besar penghuni kos tersebut, adalah para PL yang sebelumnya sempat bekerja di tempat lain. “Para penghuni kos ini sering menyanyi, atau menyetel lagu dengan para tamu hingga larut malam, intinya mereka menganggu istirahat warga,” kata Wanuri.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Aries Tri, menjelaskan yang dilakukan oleh Polsek Kajen, bersama Satpol PP Kabupaten Pekalonga dengan mendatangi penghuni kos, sebagai pembinaan terhadap penghuni kos, disamping adanya laporan dari warga yang merasa terganggu dengan kegiatan mereka.

“Anggota Polsek Kajen melakukan pendataan terhadap penghuni kos-kosan, dan pembinaan terhadap pengelola dan penghuni kos-kosan, agar mengurangi aktivitasnya di malam hari, serta mengikuti norma yang berlaku di masyarakat sekitar,” jelasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun 2,2 Kilometer Jalan

WONOSOBO – Program TMMD Sengkuyung tahap I, Rabu (5/4) resmi dibuka Bupati Wonosobo Eko Purnomo di Desa Binangun, Kecamatan Watumalang. Program yang melibatkan kerjasama...

Ritual Po Un Jaga Keselarasan Manusia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG — Ribuan warga Tionghoa dari berbagai kota di Jateng, kemarin (14/1), mengikuti ritual Cisuwak atau Po Un di halaman Yayasan Tjie Lam...

BUMD  Beri Tali Asih 500 Anak Panti

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama Forkompimda dan Baznas memberikan tali asih untuk anak panti asuhan di wilayah Kabupaten Demak. Tercatat ada...

Incar Dua Kategori Sekaligus

KENDAL - Kerap mewakili Kabupaten Kendal dalam lomba seni budaya dan olahraga di tingkat Provinsi Jawa Tengah semakin menambah kepercayaan diri  SDN 2 Kutoharjo...

Batik Rifaiyah Tiga Negeri Sarat Nilai Spiritual

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Batik Rifaiyah Motif Tiga Negeri yang menjadi primadona pecinta batik, dalam prosesnya memiliki sejarah dan kental nuansa religius. Tidak heran kalau harganya...

Gelar Kejuaraan Taekwondo

SEMARANG - Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Propinsi Jawa Tengah, akan menggelar kejuaraan taekwondo mulai dari kategori SD, SMP, SMA, dan senior di...