PENILAIAN: David Crow, chef asal Australia sedang melakukan penilaian terhadap masakan daging sapi Australia para chef Semarang dalam Cooking Competition yang digelar Meet Lamb Australia (MLA) di Star Hotel, kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENILAIAN: David Crow, chef asal Australia sedang melakukan penilaian terhadap masakan daging sapi Australia para chef Semarang dalam Cooking Competition yang digelar Meet Lamb Australia (MLA) di Star Hotel, kemarin.(ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sepuluh juru masak alias chef dari hotel dan restoran ternama yang ada di Semarang, beradu gengsi. Mereka mengikuti Cooking Competition yang digelar Meet Lamb Australia (MLA) di Star Hotel, kemarin.

Dalam kompetisi tersebut, para chef ini diharuskan mengolah hingga menyajikan menu dengan bahan dasar daging sapi dalam waktu sekitar 30 menit. Selain rasa, proses memasak, pengolahan dan penyajian menjadi beberapa kriteria penilian oleh chef asal Australia, David Crow dengan pengalaman internasionalnya.

”Perlombaan ini akan dinilai paling utama tentunya rasa, pengolahan daging hingga penyajian. Memasak daging sapi harus mengetahui karakteristik daging yang dimasak,” kata salah satu juri sekaligus perwakilan Marketing MLA, Isye Irini.

Menurutnya, pengetahuan cara memasak dan mengolah daging sapi bukanlah mudah. Jika salah dalam memasak, kandungan protein dan vitamin yang ada dalam daging sapi akan hilang. ”Khususnya daging sapi asal Australia yang memang diproduksi untuk keperluan hotel berbintang dan restoran ternama yang menyediakan olahan daging sapi impor,” jelasnya.

Sementara itu, David Crow mengatakan bahwa masih banyak chef yang kurang paham tentang daging. Mulai dari proses pemotongan, memasak, hingga penyajian, masih belum sesuai standar. ”Hasilnya cukup memuaskan, namun masih banyak chef yang belum mengetahui cara memilih daging yang baik. Bahkan, proses pemotongan, pemasakan hingga penyajian, banyak yang salah,” ujarnya.

Karena itu, katanya, perlu adanya edukasi tentang daging sapi, baik dalam pemilihan daging yang baik, pemasakan dan penyajian agar kualitas daging tidak menurun saat disajikan. ”Ke depan akan ada seminar tentang daging sapi untuk para chef. Tujuannya agar mereka bisa belajar memasak daging sapi yang baik dan benar,” jelasnya. (den/ida/ce1)