Beradu Masak Daging Sapi Australia

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Sepuluh juru masak alias chef dari hotel dan restoran ternama yang ada di Semarang, beradu gengsi. Mereka mengikuti Cooking Competition yang digelar Meet Lamb Australia (MLA) di Star Hotel, kemarin.

Dalam kompetisi tersebut, para chef ini diharuskan mengolah hingga menyajikan menu dengan bahan dasar daging sapi dalam waktu sekitar 30 menit. Selain rasa, proses memasak, pengolahan dan penyajian menjadi beberapa kriteria penilian oleh chef asal Australia, David Crow dengan pengalaman internasionalnya.

”Perlombaan ini akan dinilai paling utama tentunya rasa, pengolahan daging hingga penyajian. Memasak daging sapi harus mengetahui karakteristik daging yang dimasak,” kata salah satu juri sekaligus perwakilan Marketing MLA, Isye Irini.

Menurutnya, pengetahuan cara memasak dan mengolah daging sapi bukanlah mudah. Jika salah dalam memasak, kandungan protein dan vitamin yang ada dalam daging sapi akan hilang. ”Khususnya daging sapi asal Australia yang memang diproduksi untuk keperluan hotel berbintang dan restoran ternama yang menyediakan olahan daging sapi impor,” jelasnya.

Sementara itu, David Crow mengatakan bahwa masih banyak chef yang kurang paham tentang daging. Mulai dari proses pemotongan, memasak, hingga penyajian, masih belum sesuai standar. ”Hasilnya cukup memuaskan, namun masih banyak chef yang belum mengetahui cara memilih daging yang baik. Bahkan, proses pemotongan, pemasakan hingga penyajian, banyak yang salah,” ujarnya.

Karena itu, katanya, perlu adanya edukasi tentang daging sapi, baik dalam pemilihan daging yang baik, pemasakan dan penyajian agar kualitas daging tidak menurun saat disajikan. ”Ke depan akan ada seminar tentang daging sapi untuk para chef. Tujuannya agar mereka bisa belajar memasak daging sapi yang baik dan benar,” jelasnya. (den/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -