UNDIAN : Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Babadan Cup I Toni Setiadi sedang mengambil kupon doorprize untuk penonton, disaksikan anggota Polsek Limpung. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
UNDIAN : Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Babadan Cup I Toni Setiadi sedang mengambil kupon doorprize untuk penonton, disaksikan anggota Polsek Limpung. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Dengan keyakinan bisa menemukan bakat-bakat pemain sepakbola lokal yang luput dari pantauan, digelar Turnamen Sepakbola Babadan Cup I di Lapangan Desa Babadan Kecamatan Limpung.

Berlangsung dari tanggal 1 hingga 16 April 2017, turnamen ini diikuti oleh 16 tim yang bertarung dengan sistem gugur. Tidak hanya kesebelasan sekitar Limpung saja yang bertanding, tetapi juga tim dari luar daerah seperti Apac Inti Ungaran, Unnes, Untag dan Unika Semarang, Koteka Papua, bahkan Persiku Kudus.

Ketua Panitia Turnamen Toni Setiadi mengatakan, tujuan diadakannya turnamen ini adalah untuk menjaring bibit-bibit baru dari lokal dan memajukan persepakbolaan di Batang. “Meskipun hanya skala kecil tapi kami punya keinginan melangkah lebih besar. Selama ini juga, kami kira banyak bakat lokal yang luput dari pantuan,” jelasnya, Jumat (14/4).

Ke depannya pihaknya berharap bisa melanjutkan turnamen ini menjadi agenda rutin tahunan. Walaupun baru mengawali, panitia sudah bisa menghadirkan tim yang berkualitas dan wasit yang sudah profesional. “Semua ini berkat bantuan rekan-rekan sponsor yang mensupport sehingga pelaksanaan turnamen ini sukses,” kata Toni optimistis.

Sponsor yang andil memang memberikan nafas bagi penyelenggara. Pengusaha lokal maupun perusahaan besar sudah mengikat kerjasama. Kali ini hadiah yang disediakan untuk tim berjumlah total Rp 20 juta. Sedangkan untuk penonton ada doorprize yang diundi setiap hari berdasarkan nomor tiket.

Dari turnamen ini dapat dilihat jika kemampuan tim-tim lokal tidak kalah dari kesebelasan luar daerah yang sudah mapan. Persiku Kudus yang dijagokan menjadi juara justru tersingkir dan angkat koper lebih dini. Sebaliknya tim lokal menunjukkan performa yang apik meskipun kebanyakan diisi oleh pemain pinjaman yang disewa dadakan untuk turnamen ini.

Supporter juga tak kalah gila dalam memberikan dukungan. Tampil dengan seragam mencolok, bendera, genderang dan aksesoris serta lukisan wajah mereka berjingkrak mendukung tim pujaannya layaknya suasana di stadion San Siro, Milan.

Sebagai selingan pada Sabtu (15/4) sore ini, akan diadakan eksibisi sepak bola putri. Antara kesebelasan Putri Persijap Jepara melawan tim putri Persibat Batang. Tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton. Karena sepakbola putri belum familiar, seperti kaum pria. (han/sct/ric)