Warisi Perjuangan Sunan Tembayat dengan Pembangunan

673
ZIARAH: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berziarah di makam Sunan Tembayat di Klaten, Kamis (13/4).(Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)
ZIARAH: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat berziarah di makam Sunan Tembayat di Klaten, Kamis (13/4).(Humas Pemkot for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Menjelang hari jadi ke-470 Kota Semarang, Wali Kota Hendrar Prihadi bersama jajaran pemkot dan muspida ziarah ke makam Sunan Tembayat di Klaten, Kamis (13/4).

Ziarah tersebut guna mengenang pendiri Kota Semarang yakni Ki Ageng Pandanaran atau yang dikenal dengan Sunan Tembayat. Melalui kegiatan ziarah ini diharapkan jajaran pemkot lebih mencintai dan bangga dengan kotanya sendiri, sehingga akan berbuat yang terbaik untuk Kota Semarang.

Dalam catatan sejarah, Kota Semarang berasal dari sebuah desa di perbukitan Pragota yang didirikan oleh Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I). Sepeninggalnya, Semarang dipimpin oleh Sunan Bayat (Sunan Pandanaran II). Di bawah kepemimpinan Sunan Bayat inilah Kota Semarang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat hingga menarik Pangeran Hadiwijaya. Dan karena Sunan Bayat dapat memenuhi persyaratan peningkatan daerah, maka diputuskanlah Semarang menjadi setingkat dengan kabupaten oleh Pangeran Hadiwijaya, tepatnya pada tanggal 2 mei 1547.

”Kalau kita amati catatan sejarah tersebut, maka fase lompatan besar Kota Semarang pertama kali adalah ada pada zaman kepemimpinan Sunan Bayat ini. Setiap saya berziarah ke makam Sunan Bayat, rasa optimisme saya untuk membuat lompatan besar di Kota Semarang bertambah kuat berkali-kali lipat,” tuturnya.

”Rasa optimisme tersebut penting untuk ada di dalam diri kita masing-masing untuk meneruskan tren positif menumbuhkan Kota Semarang dengan pesat seperti yang beliau lakukan. Selain sifat optimisme yang kuat, saya harap dengan berziarah ini kita juga mampu bersikap sederhana dan amanah dalam menjalankan tugas kita masing-masing,” harap Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Ia berpesan agar kegiatan ziarah yang dilakukan setiap tahun ini tidak hanya menjadi sebuah agenda seremonial tahunan melainkan sebagai sebuah asupan spiritual. Dalam ziarah kali ini, doa bersama dipimpin oleh KH Hadlor Ikhsan dan KH Said serta mengundang sebanyak 60 anak panti asuhan dari Panti Asuhan Gatot Subroto, Panti Asuhan Nurul Quran, Panti Asuhan Al Mustafirin. (zal/ce1)