33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Usulkan Angkat Guru dengan Perjanjian Kerja

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sebanyak 785 guru yang tersebar di 597 SMA/SMK negeri di Jateng bakal pensiun tahun ini. Jika tidak dicarikan penggantinya, dikhawatirkan akan mengganggu kegiatan belajar mengajar yang berdampak pada penurunan kualitas pendidikan. Karena itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng mengusulkan ke pemerintah pusat untuk melakukan pengangkatan guru dengan perjanjian kerja.

Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Sungkono menjelaskan, pengangkatan guru tidak tetap (GTT) dinilai kurang efektif karena honor mereka akan dibebankan ke Pemprov Jateng. Padahal di 2017 ini alokasi APBD untuk menggaji seluruh GTT yang berjumlah 6.753 orang sudah kedodoran.

”Nanti ada pengusulan formasi, kami mendorong lewat PGRI agar untuk GTT ke depan sesuai UU ASN bisa mengangkat pegawai dengan perjanjian kerja. Itu bisa jadi solusi kalau pemerintah belum ada formasi CPNS,” katanya, Kamis (13/4).

Menurutnya, pegawai dengan perjanjian kerja lebih tepat, mengingat sampai saat ini moratorium penerimaan CPNS masih belum dicabut pemerintah pusat. ”Untuk mengatasi kebuntuan itu, menurut kami pegawai dengan perjanjian kerja. Sebab untuk mengangkat GTT dan PTT sudah tidak boleh, faktanya sekolah mengalami kekurangan guru,” ungkapnya.

Meski begitu pihaknya mengaku sampai saat ini belum melakukan pendataan secara lengkap, guru mata pelajaran apa saja yang mengalami kekurangan. ”Tapi untuk SMK memang untuk guru mata pelajaran produktif mengalami kekurangan,” ujarnya.

Saat ini, dia sedang berupaya mencari solusi. Salah satunya membuat sistem pendidikan ganda. Yakni guru yang mengajar mata pelajaran normatif adaptif, akan dilatih dalam waktu tertentu. Sehingga ke depan para guru tersebut bisa mengajar mata pelajaran produktif di SMK.

Sementara itu, pengamat pendidikan dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Sudharto menilai, berkurangnya jumlah guru tidak bisa dibiarkan begitu saja. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng harus memberikan petunjuk kepada sekolah agar siswa tak dirugikan. Sebab, setelah kewenangan SMA/SMK dilimpahkan ke pemprov, sekolah tidak punya hak merekrut GTT.

Dia sepakat jika sekolah bisa mengangkat guru pengganti dari luar atau pegawai dengan perjanjian kerja.  Mengenai gaji, dapat dibayar oleh sekolah dari dana partisipasi masyarakat. Selain itu, sekolah juga harus membuat kesepakatan kepada guru pengganti tersebut. Jika pemerintah sudah mengangkat guru PNS, harus mau dikeluarkan karena guru pengganti ini sifatnya sementara.

”Tidak boleh menuntut jadi karyawan tetap, apalagi PNS. Besaran gaji pun sesuai kesepakatan antara guru pengganti dan pihak sekolah dengan pengetahuan komite sekolah. Apakah dibayar per bulan, atau hitungan jam,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Berita sebelumyaTidak Melaut
Berita berikutnyaStok Daging Sapi Dinyatakan Aman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Terkendala Cuaca Ekstrem

RADARSEMARANG.COM, TEGAL - Proyek pekerjaan jembatan baru terkendala cuaca ekstrem. Proyek itu berada di jalur provinsi penghubung Kabupaten Tegal-Brebes di ruas Tuwel-Sirampog, tepatnya di...

Pohon Tumbang Tutup Jalan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Pohon di tepi Jalan R Sumendro Wonosobo, Sabtu (13/1), tumbang dan menutup jalan. Dampaknya, jalan sempat macet sampai satu jam karena...

Semarang Potensial Fashion Bumil dan Bayi

SEMARANG – Pasar kelas premium khusus untuk kebutuhan ibu hamil, bayi dan anak coba disasar oleh Mothercare. Tahun lalu perusahaan asal Eropa ini masuk...

Permudah Kepemilikan Rumah Mitra Go-Jek

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Go-Jek dan Bank Tabungan Negara (BTN), Selasa (19/12) melakukan kerjasama akses pembiayaan perumahan kepada mitra Go-Jek di berbagai kota di Indonesia....

Diikuti 119 Peserta, Perkuat Bibit Muda Desainer Batik

SEBANYAK 119 peserta Kajen Beauty Carnival, Minggu (20/8) kemarin, menampilkan desain batik dari ciri khas masing–masing kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hasil karya...

Kapan Waktu Berbuka Puasa?

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin MAg yang saya hormati, ada dua pertanyaan yang ingin saya sampaikan. Pertama, dalam Alquran dinyatakan: “...