Persiapan Misa, Diteror Bom Molotov

555

UNGARAN – Persiapan malam Misa di Gereja Santo Yusuf Ambarawa digegerkan dengan suara letusan bom molotov, Kamis (13/4) kemarin. Hal itu sontak mengagetkan beberapa orang yang ada di dalam gereja dan pengendara yang melintas.

Pasalnya, letusan tersebut posisinya di dalam lingkungan gereja dan hanya beberapa meter dari gerbang utama gereja. Salah seorang saksi mata saat kejadian berlangsung, Eko Setio Budi, 45, mengatakan letusan tersebut terjadi sekitar pukul 14.00. ”Letusannya juga menghasilkan api yang besar,” ujarnya di lokasi kejadian. Untungnya, saat peristiwa terjadi tidak ada umat yang berada di sekitar lokasi. ”Tidak banyak, soalnya yang lain di dalam (gereja, Red),” ujarnya.

Saat kejadian, belum ada barikade ketat dari pihak kepolisian yang mengamankan lokasi persiapan Misa. ”Bahkan banyak tanaman di sekitar lokasi terbakar karena bom molotov tersebut,” ujar karyawan Gereja Santo Yusuf itu.

Kedatangan polisi tepat saat pelaku selesai melempar bom molotov. Saksi mata yang lain Jarot Sutopo, 43, warga Lingkungan Temenggungan Kecamatan Ambarawa membenarkan jika letusan tersebut merupakan bom molotov.

”Saat itu, saya masih memasang LCD di dalam gereja, lalu dengar suara letusan yang keras. Setelah saya lihat ternyata api sudah berkobar di dekat pintu masuk (gerbang),” ujarnya.

Melihat hal itu ia tidak berani mendekat. ”Karena setelah ada kobaran api, itu masih ada yang meletus lagi dan suaranya keras sekali,” ujarnya.

Karena ledakan molotov tersebut, beberapa orang yang ada di lingkungan gereja juga sempat dibuat kalang kabut. Tak lama setelah letusan kedua, seseorang yang mencurigakan mengenakan kaus kerah bergaris dan celana berwarna biru langsung lari terbirit-birit. Beberapa petugas yang ada di lokasi kejadian, langsung mengejar laki-laki mencurigakan tersebut.

Ia pun langsung diamankan di Polsek Ambarawa. Penjagaan persiapan malam misa di gereja tersebut sejak pagi tidak dijaga ketat. Padahal, gereja tersebut merupakan gereja terbesar di Kabupaten Semarang yang di dalamnya terdapat ribuan umat.

Selain itu, lokasi Polsek Ambarawa hanya beberapa meter dari gereja. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan di lapangan, diketahui laki-laki mencurigakan tersebut bernama Muh Fahrudin, 37, warga Kelurahan Bergas RT 06 RW 03, Kecamatan Bergas.

Keterangan yang diberikan oleh pihak kepolisian justru berbeda dengan beberapa saksi mata yang menyaksikan langsung letusan bom molotov tersebut. Kapolres Semarang, AKBP V Thirdy Hadmiarso saat memberikan klarifikasi di depan awak media menampik jika ledakan tersebut merupakan bom molotov.

”Bukan bom molotov, itu petasan,” ujar Thirdy saat mengklarifikasi peristiwa tersebut di Polsek Ambarawa. Thirdy juga mengatakan jika laki-laki mencurigakan yang diamankan tersebut merupakan pelaku peledakan. ”Ya, pelakunya itu,” ujar Thirdy.

Juga dikatakan Thirdy, pelaku mengidap gangguan kejiwaan. Penetapan status pelaku tersebut juga terkesan terburu-buru. Terkait dengan serpihan botol minuman ringan dan lima botol yang berisi menyerupai bahan peledak, Thirdy mengatakan hal itu bukan bom.

Thirdy juga mengatakan jika ledakan di lingkungan Gereja Santo Yusuf Ambarawa bukan merupakan aksi terorisme. ”Jangan dikaitkan dengan aksi terorisme,” ujarnya.

Sebelumnya juga beredar informasi jika telah terjadi penggrebekan teroris di Desa Ngampin Kecamatan Ambarawa. Desa Ngampin tersebut posisinya juga tidak jauh dari lokasi ledakan. ”Informasi tentang adanya penggrebekan teroris itu tidak benar,” ujarnya.

Selain mengamankan Fahrudin, dari peristiwa tersebut pihak kepolisian mengamankan 5 botol minuman ringan yang berisi peledak menyerupai petasan, serpihan botol, dan satu korek api yang digunakan tersangka untuk menyulut bom. (ewb/ida/ce1)