Libatkan Tukang Becak Kelola Kota Lama

1494

SEMARANG – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang bakal melibatkan para tukang becak untuk turut berperan mengelola Kota Lama. Para tukang becak akan dilengkapi becak-becak berhias lukisan mural sebagai transportasi ramah lingkungan.

Becak-becak tersebut dikonsep khusus sebagai alat transportasi bagi wisatawan untuk berkeliling di kawasan Kota Lama. Pangkalan becak wisata ini akan ditempatkan di sejumlah kantong parkir. ”Ini sebagai salah satu konsep bagaimana menghidupkan roda kehidupan di Kota Lama, sebagaimana prasyarat yang diminta Unesco,” kata Ketua BPK2L Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, kemarin.

Selain menjadi transportasi ramah lingkungan, keberadaan becak-becak tersebut nantinya diharpakan mampu menciptakan peluang kerja bagi warga sekitar yang membutuhkan.

”Jadi, tidak hanya terkait mengelola gedung bersejarah masa lampau saja, tapi juga bagaimana agar ada perputaran kehidupan dan memiliki aspek produktif bagi masyarakat sekitar,” terangnya.

Sesuai rencana, kata Hevearita, becak wisata tersebut akan mulai dioperasikan saat perayaan HUT Kota Semarang ke-470 pada Mei mendatang. ”Sebelumnya, nanti akan dilakukan sosialisasi berupa lomba melukis mural becak wisata,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengatur batas tonase kendaraan yang melintas di kawasan Kota Lama. Beberapa ruas jalan secara bertahap telah steril dari kendaraan. Nantinya juga akan dilanjutkan dengan dilakukan rekayasa lalu lintas. ”Becak wisata akan kami launching setelah semua tahapan itu berjalan,” katanya.

Ke depan, lanjut Ita sapaan Hevearita, konsep living heritage benar-benar diwujudkan hingga aktivitas produktif di kawasan Kota Lama berjalan secara mandiri. Sehingga aktivitas tersebut mampu menggerakkan roda ekonomi di Kota Semarang. ”Termasuk pengelolaan gedung-gedung kuno. Para pemilik gedung akan kami kumpulkan untuk diberikan sosialisasi pemanfaatannya. Misalnya untuk kafe, toko, home stay, dan seterusnya. Harapannya, aktivitas-aktivitas di Kota Lama benar-benar digerakkan oleh masyarakat,” harapnya.

Termasuk becak wisata, para wisatawan nantinya bisa memanfaatkan untuk berkeliling ke gedung-gedung Kota Lama seperti Monod Huis yang berfungsi sebagai sentra worksop batik, Art Gallery, Oudetrap, UKM Centre, Taman Srigunting, Gereja Blenduk, Taman Garuda, Polder Tawang, dan lain-lain. (amu/zal/ce1)