EFEKTIF : Salah satu pemohon kartu kependudukan sedang dilayani petugas Dukcapil Kabupaten Wonosobo. Kini ruang tunggu tidak penuh seperti sebelumnya. (Zain zainudin/radar kedu)
EFEKTIF : Salah satu pemohon kartu kependudukan sedang dilayani petugas Dukcapil Kabupaten Wonosobo. Kini ruang tunggu tidak penuh seperti sebelumnya. (Zain zainudin/radar kedu)

WONOSOBO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Wonosobo mulai serius mengoptimalkan perangkat teknologi informasi yang dimiliki. Dampaknya, bila sebelumnya butuh waktu 10 hari untuk cetak akta kelahiran maupun pengurusan KTP elektronik, sekarang pemohon cukup menunggu satu hari.

Selain cepat, seluruh layanan di Dinas Dukcapil ini juga dipastikan sepenuhnya gratis. “Pengurusan segala jenis kependudukan maupun pencatatan sipil sudah tidak dipungut biaya. Kecuali, denda keterlambatan,”ucap Plt Kepala Dinas Dukcapil, Sumaedi, dijumpai di kantornya, Kamis (13/4).

Peningkatan layanan ini, menurutnya sudah menjadi komitmen bersama di lingkungan Dukcapil. Mengingat, layanan administrasi kependudukan ini menjadi prioritas masyarakat yang sudah sepatutnya dipenuhi.

Tak hanya menyingkat waktu pelayanan, kepada setiap pemohon yang datang, Sumaedi juga mengungkapkan niat untuk memberikan kenyamanan lebih. Seperti mengakomodasi kebutuhan parkir sampai kamar kecil bagi pengunjung.

“Niat baik kita itu mudah-mudahan teranggarkan. Ruang tunggu yang sempit, parkir yang sempit membuat pengunjung kurang nyaman,” ujarnya.

Kepala Bidang Administrasi Kependudukan, Muhammad Nurwahid menambahkan, kunci efektifitas dan efisiensi pelayanan kependudukan salah satunya dengan realisasi layanan satu pintu. Alhasil, pelayanan kependudukan, meliputi sekitar 20 jenis layanan bisa terlayani baik di Dukcapil.

“Sekarang kita punya empat operator dan satu kasir sehingga lebih singkat dibanding dulu, dua pintu,” terangnya.

Untuk keperluan pelayanan satu pintu, ia mengaku aplikasi yang ada sudah terintegrasi dengan pusat data Kependudukan di Kementerian Dalam Negeri RI.

Adanya inovasi untuk menyingkat waktu pelayanan, menurut Nurwahid juga tak lepas dari tuntutan masyarakat yang tak ingin lama-lama mengurusi kebutuhan administrasi kependudukan mereka.

“Warga dulu harus datang sepagi mungkin. Bahkan tidak jarang mereka ambil antrean sejak dini hari demi bisa dilayani kebutuhannya. Namun kini tidak lagi, karena dengan pola baru pelayanan kami, waktu sudah semakin singkat,” lanjutnya.

Ia bahkan meyakini, layanan tersebut bahkan masih bisa dipersingkat lagi sampai hitungan jam. Apabila, kendala keterbatasan personel sudah bisa diatasi.

“Rencana kami akan membuka 8 loket dengan 8 operator layanan ditambah 1 kasir, sehingga warga tak perlu menunggu sampai sehari,” pungkasnya.(cr2/lis)