Berbagi Keahlian Menjahit dengan Gratis

854
BERBAGI : Nanik Ismiati, saat mengajarkan keahlian menjahit pada remaja putri, secara gratis tanpa dipungut biaya.(Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BERBAGI : Nanik Ismiati, saat mengajarkan keahlian menjahit pada remaja putri, secara gratis tanpa dipungut biaya.(Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Berawal dari keinginan untuk mengangkat derajat kaum remaja putri dan putra yang putus sekolah dan tidak mempunyai kegiatan, serta khawatir dengan adanya pergaulan bebas yang dapat menjerumuskan kehidupan di masyarakat, Nanik Ismiati, 32, warga Dukuh Gendogosari, Desa Krengseng, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Pekalongan, yang mempunyai hobi berbagi ilmu menjahit secara gratis.

Pembelajaran itu dibuka pada anggota masyarakat di grup Facebook Belajar Menjahit Bersama Senwikc’s and Friends. Yakni dengan  mengadakan kopi darat (kopdar) di setiap akhir pekan.

Sebelum diadakannya kopdar untuk berbagi ilmu menjahit, Nanik Ismiati, akan memberikan materinya di grup Facebook Belajar Menjahit Bersama Senwikc’s and Friends, khususnya untuk masyarakat Kabupaten dan Pekalongan Pekalongan serta Batang.

Nanik mengungkapkan kegiatan itu digelar karena pihaknya ingin mengajar para remaja dan masyarakat luas untuk mempunyai keahlian menjahit, sehingga mereka dapat mencari nafkah dengan menjahit.

Menurutnya saat ini anggota grup Facebook Belajar Menjahit Bersama Senwikc’s and friends di Kabupaten Pekalongan, Batang dan Kota Pekalongan, lebih dari 200 orang. Dan setiap kali diadakan kopdar menjahit lebih dari 40 persen yang hadir.

“Sebagian besar yang datang pada kopdar menjahit, adalah mereka yang benar-benar ingin belajar menjahit, untuk mencari kerja atau membuka usaha sendiri,” ungkap Nanik.

Dia juga mengatakan setelah diadakan kopdar menjahit, sebagian besar yang telah mengikuti kopdar tersebut masih berlanjut di grup medsos atau WA, untuk berkonsultasi tentang pembelajaran yang dilakukannya di rumah.

Ke depan dirinya ingin berbagi ilmu tidak saja menjahit. Namun juga ilmu membuat jajanan tradisional dan makanan khas daerah, yang dapat dijual dengan nilai ekonomis yang menjanjikan.

“Intinya kami ingin berbagai ilmu wirausaha kepada semua, karena kami merasa prihatin dengan banyak remaja yang putus sekolah, namun tidak bisa berkarya karena terbentur dengan keahlian yang dimilikinya,” katanya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here