Pemilik Waralaba Dipolisikan Mantan Karyawan

1554

KAJEN – Dianggap ingkar janji serta tidak bisa diajak komunikasi, Rabu (12/4), pemilik franchise kuliner Mie Jago dipolisikan oleh mantan anak buahnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan, atas kasus dugaan pencabulan.

Kasus bermula saat DA, 21, warga Perum Grogolan Baru, Kelurahan Kebulen, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, yang menjadi korban pencabulan, mengenal pelaku ZA, 36, pemilik franchise Mie Jago yang beralamat di Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa. Dia tertarik membuka usaha Mie Ayam dengan sistem waralaba.

Sesuai kesepakatan, harga franchise Rp 15 juta, dan korban pun kemudian menyetorkan uang sebagai syarat, dengan cara mencicil hingga sebanyak Rp 5 juta. Namun ZA justru tertarik dengan korban, dan mengaku sebagai seorang duda. Kemudian membujuk rayu korban untuk menjadi karyawannya, hingga akhirnya mau disetubuhi berulang kali dengan berjanji akan menikahi korban.

Namun setelah satu tahun berhubungan, tepatnya Juli 2016 ketika korban meminta pelaku supaya segera dinikahi, ZA  mengaku masih mempunyai istri, dan tidak mungkin untuk menceraikan istrinya. Karena kecewa, akhirnya korban berusaha untuk meminta uang franchise, yang sebelumnya dijadikan jaminan membuka Mie Ayam Jago.

Kemudian oleh ZA, korban dijanjikan untuk ketemu dan pelaku akan mengembalikan uang jaminan. Namun pelaku malah mengajak ke hotel yang ada di wilayah Pantura untuk melayaninya kemudian uang baru diberikan.

Namun uang tidak kunjung juga diberikan, dan dijanjikan dua minggu, ketika diminta lagi uang tidak dikembalikan. Akan tetapi setelah orang tua korban mengetahui, uang tersebut baru diberikan oleh ZA. Atas kejadian itu, pihak korban dan keluarga tidak terima, hingga akhirnya mengadukan peristiwa yang menimpanya ke Polres Pekalongan.

“Kami hanya menuntut hak kami, karena ZA sulit diajak komunikasi, akhirnya kami melapor ke Polres Pekalongan,” ungkap korban, usai memberikan keterangan di unit PPA Polres Pekalongan.

Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pengaduan tersebut. Menurutnya kasus tersebut masih ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak. “Laporannya sudah kami terima, dan akan kami tindaklanjuti dalam waktu dekat, berdasarkan adanya pengaduan dari pihak korban,” tegas AKP Agung.

Sementara terpisah, ZA, dikonfirmasi di rumahnya mengaku bahwa permasalahan tersebut, sudah diselesaikan secara kekeluargaan sudah lama. Sedangkan uang untuk jaminan usaha Mie Ayam sudah dikembalikan. “Masalah itu sudah selesai lama sekali bersama pihak keluarga korban. Bahkan saya sudah memberikan uang kepada orang tua,” katanya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here