LENGKAP : Pengawalan ketat diberlakukan saat polisi melimpahkan berkas perkara dan tersangka pembunuhan siswa SMA TN ke Kejari Kabupaten Magelang, Rabu (12/4). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
LENGKAP : Pengawalan ketat diberlakukan saat polisi melimpahkan berkas perkara dan tersangka pembunuhan siswa SMA TN ke Kejari Kabupaten Magelang, Rabu (12/4). (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID– Polisi memberlakukan pengamanan ekstra ketat saat pelimpahan tahap kedua berita acara pemeriksaan terhadap tersangka AMR, 16, pelaku pembunuhan terhadap Kresna Wahyu Nurochmad, 15, pelajar SMA Taruna Nusantara, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang, Rabu (12/4). Satu peleton dalmas harus dikerahkan berikut senjata lengkap.

Pantuan koran ini, sejak pagi, polisi sudah berjaga di seluruh pintu masuk kejaksaan. Selain pegawai kejaksaan, pihak lain dilarang masuk. Termasuk warga yang hendak mengurus administrasi di kantor tersebut.

Beberapa warga diminta kembali lagi siang hari. Polisi juga melarang wartawan untuk masuk ke dalam kantor kejaksaan.

Tidak seperti kasus biasa atau kasus tersangka anak lainnya, proses pelimpahan berkas ini seperti sangat istimewa. Hanya penyidik polisi, kejaksaan, anggota keluarga tersangka dan penasehat hukum yang diperkenankan hadir.

Dalam pelimpahan tahap kedua ini, polisi menyertakan 26 barang bukti termasuk tersangka ke jaksa. Penyerahan dipimpin langsung Kapolres Magelang AKBP Hindarsono dan diterima Kepala Kejari Eko Hening Wardono di kantor Kejari Kabupaten Magelang.

Tersangka berada di mobil Innova hitam yang melaju cepat, masuk lewat pintu samping kantor Kejari dengan pengawalan 3 mobil plat hitam pada pukul 11.30 WIB. Informasi menyebutkan tersangka satu mobil dengan orang tuanya yang merupakan pensiunan jenderal TNI.

“Karena tersangka masih di bawah umur, sesuai undang-undang tidak boleh secara terbuka,” ungkap Kajari Kabupaten Magelang Eko Hening Wardono dalam konferensi pers di depan awak media.

Penyerahan anak dan barang bukti sudah dilakukan secara singkat, selama 30 menit, disaksikan staf jajaran Polres Magelang dan Kejari. “Sekarang kejaksaan tinggal merapikan redaksionalnya berkas dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Mungkid dalam waktu 5 hari ke depan,” ungkap Eko.

Menurutnya, usai dilimpahkan, tersangka dikembalikan lagi ke Lapas Kelas II Kota Magelang. Sidang tetap akan dilaksanakan dalam bulan ini, Kejari akan menyediakan 7 jaksa penuntut umum.

Kapolres Hindarsono menerangkan, barang bukti yang diserahkan ada 26 item, termasuk alat yang digunakan pelaku seperti pakaian, tas, kaca mata dan lainnya.

“Kondisi anak tadi sehat dan lancar dalam menjawab pertanyaan dari jaksa dan menandatangani 5 berkas berita acara yang dibuat sekaligus pihak keluarga korban setuju dengan jaksa yang disediakan pihak kepolisian,” katanya.

“Tanggung jawab Polres sudah selesai dalam penanganan kasus ini, nantinya tinggal koordinasi dalam pengamanan sidang besok,” tambahnya. (vie/ton)