33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Pelaku Pencurian Coba Bunuh Diri

Bobol Rumah Mewah, Kerugian Rp 800 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BATANG – Seorang pelaku pencurian di sebuah rumah mewah di Batang yang terjadi pada Maret lalu,berhasil dibekuk tim Buser Polres Batang. Dia ditangkap bersama tiga orang komplotan dari tukang ojek hingga penadah. Pelaku utama Cahyono alias Gepeng, sempat melakukan percobaan bunuh diri saat diperiksa petugas, sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk melakukan perawatan medis.

Cahyono Alias Joko Alias Gepeng bin Kanan, 41, warga Desa Wonokerto RT 01 RW 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, pelaku spesialis pencurian rumah mewah ini masih terlihat menahan rasa sakit, akibat luka sobek di perutnya, saat dilakukan ungkap kasus di Satreskrim Polres Batang, Rabu (12/4).

Gepeng mencoba melakukan upaya bunuh diri, usai dibekuk tim Buser Polres Batang  yang dibantu tim Resmob Polda Jawa Tengah,  beberapa hari yang lalu. Pelaku mencoba bunuh diri dengan menggunakan benda tajam yang ditempelkan di perutnya, kendati tangannya dalam keadaan diborgol oleh petugas.

“Pelaku Gepeng, mencoba menjatuhkan diri saat diperiksa, dan kebetulan ada benda tajam di sekitarnya,” ucap Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono saat ungkap kasus di Mapolres Batang.

Pelaku dibekuk petugas lantaran terbukti melakukan pencurian di sebuah rumah mewah milik Ir Hartanto di Perum Parmadi Desa Pasekaran, Kecamatan Batang. Dari rumah korban, dia membawa 2 giwang berlian, 1 untai kalung berlian, 1 unit motor, 1 sepatu, kalung dengan untaian berlian, butiran berlian, 1 buah jam Rolex dan 5 ponsel. Pencurian tersebut dilaporkan korban pada, Sabtu (25/3) pukul 01.30.

Modus pencurian, pelaku mengincar rumah calon korbannya dengan teliti. Namun aksi selalu dilakukan pada Sabtu. Dengan cara masuk lewat jendela, sehingga pelaku menyiapkan linggis dan senjata tajam untuk jaga-jaga. Sukses mengambil barang curian, dirinya keluar di tempat yang sama dan dijemput rekannya. “Kata pelaku, hari Sabtu dipilih melakukan kejahatan, karena hari keberuntungannya, sehingga setiap beraksi selaku dilakukan saat Sabtu,” jelas Kapolres.

Penyelidikan awal, petugas berhasil melacak ponsel milik korban di sebuah konter ponsel di Limpung, Batang. Pengakuan pemilik konter, pelaku tukar tambah dengan ponsel bekas.

Petugas langsung melakukan pengembangan, dan mengamankan Ainu Rofiq, 35, warga Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Batang sebagai penadah barang curian ponsel dan perantara jual beli emas (sudah mendekam di Lapas). Juga merembet menangkap Subakir, 49, warga Kendal pembeli emas. Serta Ahmad Rokhim, 55, warga Sambong, Batang, tukang antar jemput pelaku utama saat beraksi, setelah pelaku utama ditangkap.

Dari tangan pelaku, diamankan uang tunai sebesar Rp 32,5 juta hasil penjualan perhiasan, emas hasil peleburan kalung, butiran berlian, cincin, giwang, sepatu dan motor korban. “Petugas kami masih melakukan pencarian barang bukti lain yang belum didapat, seperti ponsel dan jam tangan Rolex,” jelasnya.

Selain di kasus utama tersebut, Gepeng ternyata pelaku pencurian di dua TKP berbeda, dengan hasil TC LED dan 1 buah motor di wilayah Kecamatan Tulis. Kedua korban, juga sudah melaporkan pencurian tersebut di Polsek setempat. Namun pelaku sempat mengganti plat nomornya. Bahkan, motor juga digunakan sebagai alat untuk beraksi di TKP terakhir. “Jadi kita sekaligus, menyelesaikan 3 LP bersamaan di 1 pelaku Gepeng. Bisa jadi masih ada TKP lain, yang belum diakuinya,” jelas Kapolres. Atas aksi para pelaku, mereka akan dijerat dengan pasal yang berbeda, sesuai dengan tugas para tersangka. Dengan ancaman hukuman mulai dari 2 hingga 7 tahun penjara. (han/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rawan Longsor dan Puting Beliung

TEMANGGUNG - Curah hujan yang tinggi diperkirakan masih akan terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memperingatkan masyarakat untuk waspada dan melakukan antisipasi...

Sudah Juara, Masih Punya PR Tingkatkan Efisiensi

RADARSEMARANG.COM - Mobil ini sudah menyabet juara di beberapa kompetisi. Mobil berjuluk Polines Mobil Listrik (PML) Abimanyu ini akan terus dikembangkan untuk meningkatkan efisiensinya....

Menimbang Pembangunan LRT dan BRT

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pembangunan transportasi masal berbasis rel di Kota Semarang baik menggunakan Light Rapid Transit (LRT), Kereta Rel Listrik (KRL), ataupun Mass...

Konseling Kelompok , Tingkatkan Percaya Diri Siswa

RADARASEMARANG.COM - ADA anak - anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan yang diharapkan, misalnya mudah memberontak, atau kalau sang anak sudah mulai besar...

Bencana Puting Beliung Mendominasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Angin puting beliung menumbangkan pohon di Desa Ngelo Kulon, Kecamatan Mijen. Pohon yang roboh itu menimpa rumah Suhardi, 55, warga RT...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...