Pelaku Pencurian Coba Bunuh Diri

Bobol Rumah Mewah, Kerugian Rp 800 Juta

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BATANG – Seorang pelaku pencurian di sebuah rumah mewah di Batang yang terjadi pada Maret lalu,berhasil dibekuk tim Buser Polres Batang. Dia ditangkap bersama tiga orang komplotan dari tukang ojek hingga penadah. Pelaku utama Cahyono alias Gepeng, sempat melakukan percobaan bunuh diri saat diperiksa petugas, sehingga harus dibawa ke rumah sakit untuk melakukan perawatan medis.

Cahyono Alias Joko Alias Gepeng bin Kanan, 41, warga Desa Wonokerto RT 01 RW 02 Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, pelaku spesialis pencurian rumah mewah ini masih terlihat menahan rasa sakit, akibat luka sobek di perutnya, saat dilakukan ungkap kasus di Satreskrim Polres Batang, Rabu (12/4).

Gepeng mencoba melakukan upaya bunuh diri, usai dibekuk tim Buser Polres Batang  yang dibantu tim Resmob Polda Jawa Tengah,  beberapa hari yang lalu. Pelaku mencoba bunuh diri dengan menggunakan benda tajam yang ditempelkan di perutnya, kendati tangannya dalam keadaan diborgol oleh petugas.

“Pelaku Gepeng, mencoba menjatuhkan diri saat diperiksa, dan kebetulan ada benda tajam di sekitarnya,” ucap Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono saat ungkap kasus di Mapolres Batang.

Pelaku dibekuk petugas lantaran terbukti melakukan pencurian di sebuah rumah mewah milik Ir Hartanto di Perum Parmadi Desa Pasekaran, Kecamatan Batang. Dari rumah korban, dia membawa 2 giwang berlian, 1 untai kalung berlian, 1 unit motor, 1 sepatu, kalung dengan untaian berlian, butiran berlian, 1 buah jam Rolex dan 5 ponsel. Pencurian tersebut dilaporkan korban pada, Sabtu (25/3) pukul 01.30.

Modus pencurian, pelaku mengincar rumah calon korbannya dengan teliti. Namun aksi selalu dilakukan pada Sabtu. Dengan cara masuk lewat jendela, sehingga pelaku menyiapkan linggis dan senjata tajam untuk jaga-jaga. Sukses mengambil barang curian, dirinya keluar di tempat yang sama dan dijemput rekannya. “Kata pelaku, hari Sabtu dipilih melakukan kejahatan, karena hari keberuntungannya, sehingga setiap beraksi selaku dilakukan saat Sabtu,” jelas Kapolres.

Penyelidikan awal, petugas berhasil melacak ponsel milik korban di sebuah konter ponsel di Limpung, Batang. Pengakuan pemilik konter, pelaku tukar tambah dengan ponsel bekas.

Petugas langsung melakukan pengembangan, dan mengamankan Ainu Rofiq, 35, warga Desa Limpung, Kecamatan Limpung, Batang sebagai penadah barang curian ponsel dan perantara jual beli emas (sudah mendekam di Lapas). Juga merembet menangkap Subakir, 49, warga Kendal pembeli emas. Serta Ahmad Rokhim, 55, warga Sambong, Batang, tukang antar jemput pelaku utama saat beraksi, setelah pelaku utama ditangkap.

Dari tangan pelaku, diamankan uang tunai sebesar Rp 32,5 juta hasil penjualan perhiasan, emas hasil peleburan kalung, butiran berlian, cincin, giwang, sepatu dan motor korban. “Petugas kami masih melakukan pencarian barang bukti lain yang belum didapat, seperti ponsel dan jam tangan Rolex,” jelasnya.

Selain di kasus utama tersebut, Gepeng ternyata pelaku pencurian di dua TKP berbeda, dengan hasil TC LED dan 1 buah motor di wilayah Kecamatan Tulis. Kedua korban, juga sudah melaporkan pencurian tersebut di Polsek setempat. Namun pelaku sempat mengganti plat nomornya. Bahkan, motor juga digunakan sebagai alat untuk beraksi di TKP terakhir. “Jadi kita sekaligus, menyelesaikan 3 LP bersamaan di 1 pelaku Gepeng. Bisa jadi masih ada TKP lain, yang belum diakuinya,” jelas Kapolres. Atas aksi para pelaku, mereka akan dijerat dengan pasal yang berbeda, sesuai dengan tugas para tersangka. Dengan ancaman hukuman mulai dari 2 hingga 7 tahun penjara. (han/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -