Masyarakat Harus Kritis Media

709
PANTAU MEDIA : Setiawan Hendra Kelana dari KPID Jateng berbicara dalam diskusi di Dinas Komunikasi dan Informatika Wonosobo kemarin (12/4). (Zain zainudin/radar kedu)
PANTAU MEDIA : Setiawan Hendra Kelana dari KPID Jateng berbicara dalam diskusi di Dinas Komunikasi dan Informatika Wonosobo kemarin (12/4). (Zain zainudin/radar kedu)

WONOSOBO – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah meminta agar kelompok masyarakat pemantau (KMP) di Kabupaten Wonosobo lebih aktif dalam memantau tayangan televisi maupun siaran radio, yang selama ini tidak bisa dipantau di kantor KPID.

Permintaan tersebut disampaikan Setiawan Hendra Kelana, koordinator Bidang Pelayanan Perizinan KPID Jawa Tengah saat memberikan pembekalan kepada KMP Kabupaten Wonosobo, di ruang rapat Dinas Komunikasi dan Informatika, Rabu (12/4).

Adanya beragam jenis konten dalam siaran, baik dari televisi maupun radio diakui Hendra membutuhkan pemantauan secara lebih intensif. “Kami di KPID hanya bisa memantau selama 24 jam siaran radio maupun televisi yang bisa terjangkau di Semarang. Sedangkan yang berada di daerah, seperti Wonosobo ini masyarakat kami harapkan bisa turut aktif dalam pemantauan,” ucap Hendra.

Pemantauan terhadap konten siaran ditegaskan Hendra sangat perlu dilakukan. Mengingat saat ini baik televisi maupun radio cenderung kurang memperhatikan sisi kualitas siaran.

Banyaknya program tayangan televisi seperti sinetron yang kurang mendidik, maupun lagu-lagu bernuansa pornografi diputar di radio, menurut mantan jurnalis tersebut, selayaknya dicermati.

“Peran orangtua dalam upaya melindungi anak dari siaran tidak mendidik juga penting, bahkan sekarang beberapa provider televisi berbayar sudah menyertakan fitur kunci untuk program-program tak layak tonton oleh anak-anak,” beber Hendra lebih lanjut.

Selain menyelamatkan anak-anak agar tak terkena dampak negatif siaran TV dan radio, pemantauan acara juga berfungsi sebagai kontrol oleh masyarakat. Tujuannya, agar penyedia program lebih selektif dalam menayangkan program mereka.

Sekretaris Dinas Kominfo Dwiyama SB mengatakan diskusi pemantauan media menjadi bahan diskusi yang menarik. Dikarenakan, masyarakat pada umumnya relatif acuh terhadap program yang ditayangkan televisi maupun radio.

“Ini sebagai pengingat bahwa masyarakat memiliki hak untuk memberikan kritik maupun saran terhadap penyelenggara siaran yang dinilai tak layak dengar maupun tonton,” tegasnya.

Karena alasan itulah, pihaknya di juga akan berupaya mendorong kesadaran masyarakat, agar lebih intensif dalam memperhatikan konten siaran yang dipublikasikan secara luas, agar terhindar dari dampak negatifnya. (cr2/lis)