Gas Elpiji 3 Kilogram Sulit Dicari

1211
LANGKA : Pengecer gas elpiji ukuran 3 kilogram di Desa Ambokembang saat menunjukan tabung gas elpiji yang kosong karena keterlambatan pengiriman. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
LANGKA : Pengecer gas elpiji ukuran 3 kilogram di Desa Ambokembang saat menunjukan tabung gas elpiji yang kosong karena keterlambatan pengiriman. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Buruknya distribusi agen gas di Kabupaten Pekalongan membuat stok elpiji 3 kilogram sulit dicari. Kondisi tersebut terjadi di Kecamatan Kedungwuni, Bojong dan Kajen. Ratusan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram menumpuk di depan toko pengecer dalam kondisi kosong.

Langkanya  gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kecamatan Kedungwuni, Bojong dan Kajen, lebih disebabkan karena keterlambatan pengiriman atau distribusi dari agen ke pengecer. Para agen gas elpiji ukuran 3 kilogram, lebih suka mengirim ke pengecer gas elpiji ukuran 3 kilogram, yang ada di Kecamatan Kedungwuni dalam jumlah besar, atau lebih dari 800 tabung, dibandingkan hanya mengirim tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram hanya 500 tabung.

Akibatnya para ibu rumah tangga atau pemilik warung makan kecil kesulitan ketika mencari gas elpiji ukuran 3 kilogram di toko atau pengecer. Mereka harus menunggu agen mengirim tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam jumlah besar.

Seperti yang diungkapkan oleh pengecer tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram, Mustofa, 46, warga Desa Ambokembang Raya 97, Kecamatan Kedungwuni, Rabu (12/4). Dia mengungkapkan sudah hampir dua pekan gas elpiji ukuran 3 kilogram tidak dikirim dari agen.

Menurutnya dalam tiga bulan terakhir ini, para agen gas elpiji ukuran 3 kilogram sering terlambat dalam mengirim gas ke pengecer. Dengan alasan para agen gas elpiji hanya mengirim gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam jumlah besar, tidak lagi mengirim dalam jumlah kecil seperti sebelumnya. “Kata agen kalau mengirim gas elpiji ukuran 3 kilogram dalam jumlah besar, bisa ngirit ongkos transportasi,” ungkap Mustofa.

Mustofa juga mengatakan dengan langkanya gas elpiji ukuran 3 kilogram, harga gas elpiji tidak lagi Rp 18 ribu per tabungnya. Namun mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu.

Menurutnya, saat ini banyak pengecer gas elpiji ukuran 3 kilogram yang lari ke Kota Pekalongan, untuk membeli gas dengan harga lebih murah yakni Rp 16 ribu, dan menjualnya di Kecamatan Kedungwuni dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 21 ribu.

“Saat ini para konsumen sudah tidak lagi melihat harga gas elpiji ukuran 3 kilogram. Bahkan ukuran gas itu 3 kilogram atau tidak, juga tidak diperhatikan.  Kalau ada barangnya dibayar, bahkan gas elpiji ukuran 3 kilogram dengan harga Rp 21 ribu pun dibayar,” katanya.

Sementara itu, Sales Eksekutif Elpiji Pertamina, Setya Adi, mengatakan tingginya permintaan elpiji ukuran 3 kilogram menjadi pemicu oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan situasi tersebut dan berbuat melawan hukum.

Untuk itu pihaknya bersama Tim Migas Kabupaten Pekalongan melakukan kontrol rutin, sidak dan menyelidiki adanya keterlambatan dan ukuran gas elpiji 3 kilogram yang berkurang.

“Kami selalu mengawasi dan mendata peredaran tabung gas, adanya keterlambatan akan kami tindaklanjuti agar pendistribusian sesuai dengan aturan dan harapan masyarakat, dan masyarakat seharusnya minta kepada pedagang gas elpiji untuk menimbang gas yang akan dibelinya sebelum digunakan. Sehingga ada kepastian akan ukuran, karena ukuran pada regulator tidak bisa dijadikan patokan,” kata Setya Adi. (thd/ric)

Tinggalkan Komentar: