BERI BANTUAN: Kepala pelaksana BPBD Demak Agus Nugroho LP memberikan perlengkapan secara simbolis kepada peserta pelatihan kebencanaan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI BANTUAN: Kepala pelaksana BPBD Demak Agus Nugroho LP memberikan perlengkapan secara simbolis kepada peserta pelatihan kebencanaan. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak telah mengusulkan rob dan abrasi statusnya bisa menjadi bencana. Dengan begitu, diharapkan penanganan rob dan abrasi dapat lebih intens dan cepat.

Usulan rob menjadi bencana sebelumnya telah disampaikan BPBD ke Provinsi Jateng. Namun, hingga kini rob statusnya masih belum termasuk bencana. Akibatnya, dampak rob yang makin menggila menggerus pantai utara Demak sulit tertangani dengan baik.

Kepala pelaksana BPBD Demak, Agus Nugroho LP menyampaikan, sebetulnya selama ini BPBD fokus pada empat kejadian yang setiap tahun terjadi wilayah Demak. Yaitu, banjir, puting beliung, kekeringan dan kebakaran. Sedangkan, rob karena belum masuk menjadi bencana, maka penanganannya tidak dapat maksimal.

“Sudah jauh hari rob kita usulkan ke provinsi agar bisa masuk menjadi indikator bencana,” katanya disela pelatihan manajemen peneglolaan logistik bagi desa rawan bencana di Aula Kecamatan Demak Kota, kemarin.

Dia menambahkan, Demak termasuk 136 daerah yang berisiko tinggi terhadap bencana. Karena itu, petugas BPBD maupun para relawan harus punya ketangguhan  dalam menghadapi bencana, termasuk dari sisi pengelolaan logistik. (hib/zal)