Wabup Sidak Perbaikan Jembatan Pringgodani

867
SIDAK : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti saat melakukan sidak perbaikan jembatan dan jalan di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK : Wakil Bupati Pekalongan, Arini Harimurti saat melakukan sidak perbaikan jembatan dan jalan di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Arini Harimurti, melakukan pemantauan perbaikan Jembatan Pringgodani Wonopringgo, Senin siang (10/4) kemarin. Hal itu, untuk memastikan realisasi kesepakatan perbaikan jalan dan jembatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dengan PT Waskita Karya sebagai pelaksana pembangungan jalan tol Batang-Pemalang.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Arini juga melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah ruas jalan yang masih diperbaiki, mulai dari perempatan Jalan Podo hingga ruas Jalan Kertijayan Buaran. Setelah itu, pemantauan perbaikan Jalan Raya Bojong–Sragi, khususnya wilayah ruas Jalan Kedungjaran Kecamatan Sragi.

Pada sidak di wilayah ruas Jalan Kedungjaran Kecamatan Sragi, Wabup Arini menyepatkan diri melakukan dialog dengan warga untuk menyerap keluh kesah akibat jalan rusak. Pasalnya, kerusakan jalan Kedungjaran Kecamatan Sragi telah mengakibatkan banyak warung makan dan toko tutup. Lantaran, banyaknya debu dan jalan licin akibat dilalui oleh armada truk pengelola jalan tol.

Menurutnya, pihak rekanan pelaksana proyek jalan tol harus bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang ditimbulkan oleh armada pengangkut material pembangunan jalan tol. Seperti rusaknya oprit di Jembatan Pringgodani dan jalan rusak di Kecamatan Buaran, Bojong dan Sragi. “Kegiatan ini adalah memonitoring realisasi, apakah pelaksana pembangunan jalan tol telah melaksanakan perjanjian tersebut dengan baik atau belum,” kata Arini Harimurti.

Ketika melakukan pantauan di Jembatan Pringgodani, Wabup Arini juga memantau tingkat kenyamanan Jembatan Pringgodani pasca diperbaiki. “Perbaikan yang ada dirasa masih kurang nyaman, untuk pengendara masih mengeluhkan adanya geteran. Sehingga perlu penyempurnaan dalam perbaikan selanjutnya,” tegas Wabup Arini.

Ditegaskan pula, Pemkab Pekalongan mendukung penuh program pemerintah dalam pembangunan jalan tol. Namun demikian, proses membangunnya jangan sampai menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu kenyamanan keamanan pengguna jalan raya. Pelaksana pembangunan jalan tol, harus menjaga dan melindungi masyarakat, dengan selalu cepat memperbaiki jalan yang rusak, menyiram yang berdebu dan membersikan jalan licin. Seperti adanya gundukan tanah berceceran, di sepanjang Jalan Raya Kertiajan hingga Podo, yang membahayakan pengguna jalan raya maupun kenyamaanan masyarakat pada umumnya.

“Saya mendapati di Podo hingga Kertijayan dan perbatasan dengan Kota Pekalongan dan ruas Jalan Bojong Sragi, masih ditemukan jalan berlubang dan gundukan tanah. Hal itu bisa membahayakan pengguna jalan raya, sehingga harus secepatya ditangani,” tandasnya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang, Kabupaten Pekalongan, Arif Gunawan, menyampaikan bahwa pembangunan oprit Jembatan Pringgodani, 100 persen masih harus ditambah, agar perbaikan menjadi sempurna.

Menurut informasi yang diperoleh dari PT Waskita, perbaikan oprit tersebut akan selesai sempurna, sesuai kesepakatan. Adapun terkait kerusakan di Jalan Podo hingga perbatasan dengan Kota Pekalongan, PT Waskita akan segera melakukan pengerukan dan pengeprasan jalan. Dimulai dari arah utara atau perbatasan Kota dan Kabupaten Pekalongan menuju ke arah Kedungwuni sepanjang kurang lebih 7 km. “Sedang di ruas Jalan Sragi–Bojong, khususnya di Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi, akan segera dilakukan pengeprasan jalan yang menonjol dan membuat jalan beton seperti yang diharapkan warga pada pertemuan beberapa waktu lalu,” jelas Arif Gunawan. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here