Mencuri di Pemkot Salatiga Paling Mudah

2712
GELAR PERKARA: Pencuri di Gedung Setda Kota Salatiga Adi Nugroho bersama barang bukti yang berhasil diamankan Polres Salatiga. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Pencuri di Gedung Setda Kota Salatiga Adi Nugroho bersama barang bukti yang berhasil diamankan Polres Salatiga. (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Adi Nugroho, 35, warga Magelang, tersangka pelaku pencurian di gedung Setda Salatiga berhasil dibekuk aparat Polres Salatiga. Rupanya pelaku sudah beraksi lebih dari 20 TKP di instansi pemerintahan. Bahkan pelaku mengaku paling mudah saat beraksi di Pemkot Salatiga.

“Saya masuk dan keluar lewat pintu depan. Saya tidak tahu dimana para penjaga, dan setelah keluar saya langsung kabur ke Magelang,” jelas Adi Nugroho dalam gelar perkara di pendopo Polres Salatiga, kemarin siang.

Dia mengaku baru pertama kali datang ke Salatiga. Ia tiba di Salatiga sekitar pukul 21.00 malam dengan sepeda motor miliknya. Awalnya ia menyasar RSUD. “Namun gagal karena kepergok satpam saat membuka pintu ruang kerja direktur,” jelas pria yang masih membujang tersebut.

Kemudian, ia pun mengalihkan sasaran ke pemkot yang tidak jauh dari lokasi. Setelah sempat mengamati, ia pun memarkir sepeda motor tidak jauh dari lokasi, yakni di sebuah kafe di sekitar lapangan Pancasila. Kemudian ia berjalan kaki ke pemkot yang berjarak sekitar 100 meter.

“Saya cek pintu gerbang tidak dikunci dan saya buka langsung masuk ke dalam. Hingga akhirnya berhasil masuk dan mengambil uang dan beberapa barang. Setelah itu keluar lagi lewat depan,” papar Adi dihadapan Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto.

Setelah itu, ia langsung ke Magelang dan menjual barang hasil curian. Selain itu, untuk menghilangkan jejaknya, ia membeli laptop dengan uang yang diperoleh. Laptop baru itu digadaikan kemudian uangnya untuk memenuhi kebutuhan.

Adi mengaku telah beraksi lebih dari dari 20 lokasi instansi pemerintah. Ia pernah mendekam di Lapas Semarang selama 10 bulan akibat ketahuan hendak mencuri di RSUP dr Kariyadi Semarang. Namun ia mengakui jika aksi di Salatiga adalah yang termudah dilakukannya.

Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto mengatakan, penangkapan pelaku dari penelusuran rekaman kamera pengintai (CCTV) di RSUD dan Pemkot Salatiga. “Semua harus waspada dan bersama menjaga keamanan lingkungan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” jelas Kapolres.

Jajaran reskrim memang mendapatkan rekaman CCTV saat pelaku beraksi di Pemkot. “Namun rekaman yang kelihatan jelas pelaku berasal dari RSUD,” imbuh Kasat Reskrim AKP Moch Zazid. Dan setelah dicek, kedua gambar sama, akhirnya polisi berhasil melacak pelaku alamat pelaku pencurian tersebut. (sas/zal)