Wanti-Wanti PKL Tidak Buat Kapok Pengunjung

542
KUNJUNGI PKL : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mencoba membuat jagung bakar. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KUNJUNGI PKL : Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mencoba membuat jagung bakar. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Wali Kota Sigit Widyonindito meminta pedagang kaki lima (PKL) Pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-Alun Kota Magelang untuk tidak membuat kapok pengunjung. Sebagai ikon wisata kuliner di kotanya, PKL punya pekerjaan rumah membuat pelancong ketagihan mencicipi aneka menu kuliner TVJ.

“Kualitas makanan harus dijaga, lalu penampilan atau penyajiannya juga harus menarik,” kata Wali Kota Sigit, Jumat, (7/4) lalu.

Sigit berpesan agar menerapkan harga yang sama, baik kepada pengunjung dari dalam kota maupun luar kota. Serta menjaga kebersihan shelter dan lingkungannya. “Agar pengunjung merasa aman dan nyaman,” tambah Sigit.

Ia sempat bertanya seorang pengunjung kuliner, Happy. Pemuda ini meminta Sigit menambah fasilitas jaringan wifi gratis bagi pengunjung kuliner. Serta, Alun-Alun secara keseluruhan.

“Kalau lagi nunggu pesanan (makanan dan minuman, red) bisa sambil internetan. Supaya lebih betah saat nongkrong-nongkrong di sini,” kata Happy.

Menanggapi hal itu, Sigit segera merealisasikan. Menurutnya, ide tersebut juga selaras dengan visi misinya mewujudkan Kota Magelang menjadi kota modern dan cerdas. “Bahkan, rencananya kami akan membuat zona rokok dan menambah beberapa fasilitas olahraga di sini.”

Selama berkeliling shelter TVJ, Sigit didampingi para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga istrinya. Ia mendapat kejutan dari rakyatnya yang memberikan hadiah miniatur tugu titik nol Kota Magelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang, Joko Budiyono mengungkap, PKL TVJ telah mengecek bahan-bahan makanan ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kota Magelang. Hasilnya, makanan dan minuman mereka bebas dari kandungan zat-zat berbahaya bagi tubuh dan lingkungan. “Makanan yang dijual di sini harus sehat,” ujarnya.

Ke depan, PKL TVJ digadang menjadi PKL Mandiri. Menuju ke sana, lanjut Joko, perlu peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Baik dalam memberikan pelayanan maupun mengelola keuangan.

“Mereka diberikan pelatihan managemen keuangan, agar bisa mengelola hasil jualannya. Ada yang ditabung, buat belanja lagi, dan untuk kebutuhan lainnya,” tuturnya. (put/isk)