Sindikat Penadah Mobil Leasing Ditangkap

3308
DITANGKAP : Tersangka Sirojudin, 36, membaca surat penangkapan yang ditunjukkan oleh Kasatreskrim AKP Windoyo, didampingi Kapolsek Bandar AKP Andi sebelum dibawa ke Polres Pekalongan Kota guna dilakukan pemeriksaan. (Dok. Reskrim Pekalongan Kota)
DITANGKAP : Tersangka Sirojudin, 36, membaca surat penangkapan yang ditunjukkan oleh Kasatreskrim AKP Windoyo, didampingi Kapolsek Bandar AKP Andi sebelum dibawa ke Polres Pekalongan Kota guna dilakukan pemeriksaan. (Dok. Reskrim Pekalongan Kota)

BATANG – Sirojudin, 36, warga Dukuh Sidayu RT 003 RW 001 Desa Sidayu, Kecamatan Bandar Batang, ditangkap petugas Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Atas dugaan penadah mobil/truk leasing. Penangkapan tersangka dipimpin langsung Kasatreskrim AKP Windoyo, didampingi Kapolsek Bandar Polres Batang AKP Yusi Andi di rumah tersangka, Jumat (7/4) dini hari.

Dari informasi yang dikumpulkan, kasus tersebut bermula pada 22 Desember 2010 lalu. Saat Haryoni mengajukan kredit kepemilikan Mitsubishi Truk nopol G-1987-CC tahun 2010 lalu ke PT Arta Asia Finance seharga Rp 170 juta, dengan diangsur selama 48 bulan. Sementara, Haryoni diketahui hanya mengangsur selama empat belas bulan.

Kemudian, pada 17 Pebruari 2012, Haryoni justru mengalihkan truk yang masih menjadi objek jaminan fidusia tersebut kepada tersangka Sirojudin. Pengalihan truk dimaksud tanpa adanya persetujuan secara tertulis dari pihak PT Arta Asia Finance, selaku perusahaan penyedia kredit kendaraan.

Oleh Sirojudin dibayar seharga Rp 40 juta, dengan catatan Sirojudin waktu itu siap melanjutkan angsuran kredit hingga lunas. Namun berjalan nya waktu, setelah truk dalam penguasaan Sirojudin, angsuran kreditnya ternyata tidak dibayar. Bahkan truk tersebut dipindah tangankan kembali oleh tersangka Sirojudin kepada orang lain.

Akibat kejadian tersebut, PT Artha Asia Finance mengalami kerugian sekitar Rp 186.740.316. Dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan Kota. Haryoni sendiri telah diproses penyidikannya hingga ke persidangan. Haryoni divonis empat bulan penjara, dan yang bersangkutan telah bebas.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kasatreskrim AKP Windoyo menjelaskan, tersangka sendiri ditangkap di rumahnya tanpa adanya perlawanan, sebelum akhirnya dibawa ke Polres. “Tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif,” terangnya.

Petugas masih meminta keterangan sejumlah saksi. Tersangka diduga sebagai penadah terkait tindak pidana mengalihkan benda yang menjadi objek jaminan fidusia. “Itu sebagaimana diatur dalam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” terangnya. (han/zal)