Penderita Kanker Serviks Masih Tinggi

1681
TEST IVA: Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi, saat mengunjungi Puskesmas Kedungwuni 1, tempat dilaksanakannya test IVA, untuk mendeteksi penderita kaker serviks, kemarin.
TEST IVA: Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi, saat mengunjungi Puskesmas Kedungwuni 1, tempat dilaksanakannya test IVA, untuk mendeteksi penderita kaker serviks, kemarin.

KAJEN –Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Munafah Asip Kholbih, mencanangkan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) Test di Puskesmas Kedungwuni, kemarin. Mengingat penderita kanker serviks di Kabupaten Pekalongan masih tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Sutanto. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2013, estimasi jumlah kasus kanker serviks di Indonesia ada 98.692 kasus dan kanker payudara sejumlah 61.682 kasus.

Dari 119 orang yang melakukan ada 5 orang yang terdeteksi positif kanker serviks IVA dan deteksi dini kenker payudara menggunakan metode Pemeriksaaan Payudara Klinis di Puskesmas Kedungwuni 1, Sabtu (9/4) kemarin, 5 diantaranya positif menderita kanker serviks.

Sutanto menjelaskan bahwa kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Menurutnya, pencegahan dan deteksi dini kanker serviks merupakan hal yang penting untuk menurunkan kasus baru. Salah satunya dengan melakukan tes IVA dan deteksi dini kenker payudara menggunakan metode Pemeriksaaan Payudara Klinis (SADARNIS). “Metode ini harus dilakukan secara terus menerus, guna menurukan penderita kanker serviks,” kata Sutanto.

Sementara itu, Ketua TTP PKK Munafah Asip Kholbihi, menegaskan Gerakan Nasional Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode IVA Test, telah dilaksanakan sejak Tanggal 3 April sampai dengan 21 April mendatang, dan akan diikuti oleh 1.425 wanita usia subur.

“Kami menargetkan minimal akan ada 1.425 orang mengikuti test IVA, yang akan dilaksanakan di setiap Puskesmas di setiap kecamatan di Kabupaten Pekalongan, Kami akan terus melakukan sosialisasi ke desa sehingga tingkat kesadaran masyarakat tinggi dalam mensukseskan gerakan ini,” tegas Munafah Asip Kholbihi. (thd/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here