Pemkab Kewalahan Atasi Enceng Gondok

1848
MENDESAK: Sejumlah petugas membersihkan enceng gondok yang ada di Waduk Rawa Pening, menggunakan alat berat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENDESAK: Sejumlah petugas membersihkan enceng gondok yang ada di Waduk Rawa Pening, menggunakan alat berat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Pemkab Semarang kewalahan mengatasi enceng gondok yang menutup permukaan Rawa Pening hingga ratusan hektare. Bupati Mundjirin berharap pemerharap bantuan dari pemerintah pusat untuk menangani Rawa Pening.

“Persoalan ini memang dari dulu tidak selesai-selesai, karenannya ini butuh penanganan khusus dari pihak Kementerian,” ujar Mundjirin, Minggu (9/4). Selain enceng gondok, persoalan lain yaitu minimnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah.

Saat ini masih banyak ditemukan sampah yang bercecer baik itu dimuka maupun di dasar rawa. Sampah tersebut membuat pendangkalan. “Kita memang butuh banyak alat untuk membersihkan enceng gondok ini. Selain enceng gondok memang sampah juga jadi masalah,” tegasnya.

Meski begitu, Mundjirin tetap optimis apabila pemerintah pusat akan turun tangan untuk segera membenahi Rawa Pening.

Dari Pemkab Semarang, saat ini yang sudah bisa dilakukan yaitu penataan infrastruktur jalan. Di mana pembangunan akses jalan menuju Rawa Pening diperbaiki secara bertahap. Hanya saja perbaikan infrastruktur terhambat persoalan status tanah. Akses menuju Rawa Pening hampir 60 persen merupakan jalan milik pemerintah desa.“Karena dari regulasi kita tidak boleh membangun jalan desa. Boleh bangun asal diserahkan ke kita dulu. Namun itu juga butuh proses,” tuturnya.

Sementara itu dalam kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Jumat (7/4), lalu mengatakan, jika pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR ingin adanya percepatan pembersihan eceng gondok di Rawa Pening. Upaya percepatan tersebut akan direalisasikan dengan penambahan sejumlah alat pembersih eceng gondok yang akan ditempatkan di sejumlah titik baru.

Penambahan alat berupa Dredger (alat penarik eceng gondok) dan Aquatic Weed Harvester (mendorong eceng gondok ke tepian) untuk mengoptimalkan proses pembersihan yang sudah berlangsung sejak bulan Januari 2017.

“Saat ini kami sudah operasionalkan delapan alat, yang mampu membersihkan hamparan eceng gondok satu hektare per hari,” ujar Basuki saat di Jembatan Biru Rawa Pening.

Basuki juga menjelaskan jika pihaknya saat ini belajar dengan Menteri Sumber Daya Air dari China yang memiliki agensi untuk mengurus danau.

Hal ini lantaran Rawa Pening termasuk danau yang tidak sehat di Indonesia karena banyaknya eceng gondok. “Kami juga akan buat unit khusus seperti agensi dari Menteri Sumber Daya Air China untuk mengurus danau-danau di Indonesia,” ujarnya. (ewb/zal)