33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Nasib Eks Wonderia setelah Ditutup

Mangkrak, Pemkot Masih Lakukan Kajian

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pasca disegel Satpol PP, nasib Taman Rekreasi dan Hiburan Keluarga Wonderia Semarang hingga kini masih menggantung. Praktis, objek wisata di Jalan Sriwijaya Nomor 29 Semarang itu menjadi mangkrak.

SEPI. Tidak ada aktivitas apa pun di bagian dalam Wonderia. Minggu (9/4) pagi kemarin sempat ada kegiatan senam sehat di halaman depan. Namun setelah senam usai, tidak ada aktivitas apa pun di kompleks rekreasi keluarga tersebut. Pagar depan terkunci rapat dengan gembok. Hanya ada beberapa anak bermain layang-layang. Di loket masuk terpasang pita kuning penyegelan oleh petugas Satpol PP.

Suwarso, warga sekitar mengatakan jika bekas lahan Wonderia harusnya bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Apalagi diketahui jika lahan tempat berdirinya Wonderia merupakan aset milik pemerintah.

”Kalau mangkrak seperti ini ya eman-eman. Kalau malam terlihat gelap karena tidak ada aktivitas. Harusnya bisa dimanfaatkan agar tidak mangkrak begitu saja,” kata Suwarso, warga Tegalsari, Candisari.

Sebelum disegel, Wonderia ramai jika ada event musik dangdut dan pameran distro. Objek wisata yang dibuka pada 2007 ini memiliki berbagai permainan anak, seperti kereta listrik, bianglala, komedi putar dan wahana lainnya. Suasananya juga sejuk oleh puluhan pohon besar sehingga cocok sebagai tempat bersantai keluarga.

Namun Wonderita terpaksa ditutup karena pihak manajemen PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (Smart) selaku pengelola tak mampu membayar utang pajak ke Pemkot Semarang senilai Rp 3,1 miliar. Pasca penutupan itu, pemkot berencana menjadikan Wonderia sebagai pusat kegiatan wisata di Kota Semarang.

”Rencananya untuk pusat kegiatan wisata dan pendukungnya. Tapi saya sedang minta rekan-rekan Bappeda untuk melakukan kajian terhadap lokasi tersebut,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (9/4).

Meski begitu, Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi—belum bersedia membeberkan rencana pengelolaan Wonderia dengan manajemen baru tersebut.

Hendi menambahkan, pihaknya akan menggunakan sistem polling untuk mendapatkan masukan dalam pemanfaatan lahan eks Wonderia. Sesuai perjanjian, kerja sama antara PT Smart dan Pemkot Semarang harusnya berakhir pada 2027 mendatang.

”Kami hormati perjanjian yang dilakukan oleh pemimpin pemimpin zaman dahulu (wali kota). Akan tetapi pada saat perjanjian tersebut tidak ditepati oleh pihak investor (PT Smart), maka sudah menjadi kewajiban kami untuk mengingatkan. Pengelola Wonderia ini sudah kami ingatkan sampai tiga kali terkait kekurangan pemasukan,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. ”Tapi, karena tidak juga membayar, ya kami akhirnya putus kontraknya,” tegasnya.

Setelah pemutusan kontrak yang dilakukan awal 2017 lalu, pemkot memberi tenggat waktu enam bulan kepada PT Smart untuk mengeluarkan asetnya dari Wonderia. ”Kita kasih waktu enam bulan kepada investor untuk mengeluarkan asetnya. Hanya saja untuk ke depan kita perlu waktu (pemanfaatan Wonderia),” kata Hendi.

Disinggung mengenai Trans Studio yang sebelumnya sempat menjadi wacana, Hendi menegaskan semua harus sesuai dengan keinginan masyarakat. ”Kalau untuk Trans Studio katanya dulu tidak boleh. Kalau masih banyak yang menginginkan Trans Studio berarti saya harus melakukan komunikasi ulang (dengan pihak Trans). Tapi kita buat polling saja lah nanti pasnya buat apa,” tandas Hendi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pengelolaan Terpadu Satu Pintu Kota Semarang Ulfi Imran Basuki menegaskan, jika selama ini pengelolaan Wonderia memang tidak optimal. Kini, pihaknya masih menunggu pengelola mengeluarkan aset dari area Wonderia. ”Mereka (PT Smart) sudah menerima itu (pemutusan kontrak). Dan selama enam bulan ini mereka harus membersihkan asetnya,” kata Ulfi.

Kepala Bidang Perencanaan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, M. Farhan, mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa berbuat banyak mengenai Wonderia pasca disegel.

”Dalam perencanaan kerja Bappeda belum bisa ngomong (soal Wonderia). Ketika laporan statusnya sudah beres, kemudian kami diminta, maka Bappeda bergerak dan berpendapat. Sekarang ini kan belum. Karena masih proses hukum, jadi belum ranah Bappeda,” kilahnya. (amu/zal/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

99 Persen Rekom ke Sri Hartini

KUDUS – Rekomendasi cabup (calon bupati) dari Partai Gerindra untuk Pilkada Kudus 2018 hingga sekarang belum turun. Meski begitu, sudah hampir dipastikan partai besutan...

Sudah Koleksi 200 Piala, Idolakan Ganjar Pranowo

RADARSEMARANG.COM - Pasangan suami istri (pasutri), David Anwar dan Desy Armalina pantas berbangga. Sebab, ketiga putranya ternyata jago matematika. Bahkan, saat olimpiade matematika internasional...

Dewan Desak Gubernur Terbitkan Pergub

SEMARANG – Kalangan DPRD Jateng mendesak Gubernur Ganjar Pranowo segera menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai lanjutan dari Peraturan Daerah (Perda) tentang Hak Keuangan dan...

Olahraga Punya Daya Motivasi

WONOSOBO-Olahraga memiliki daya motivasi terhadap warga. Selain tubuh bugar, juga memotivasi semangat warga. Untuk itu perlu digalakkan hingga tingkat desa. "Kerja sama yang jelas...

Merapi Erupsi, Siswa Dipulangkan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Warga Dusun Babadan Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang yang berada di lereng Gunung Merapi berteriak histeris, berlari dan kumpul di...

Handoko 5 Hari Bersepeda Demi Bertemu Pak Dirman

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Jerih payah Handoko bersepeda dari Jepara ke Brebes tak sia-sia. Jerih payah pria berperawakan kurus ini menempuh jarak lebih kurang 200...