33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Musik Akustik dan Hip-hop Tutup Festival Kuliner

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MAGELANG – Alunan akustik dari Light Night Magelang dan suguhan lengkingan hip hop dari Petho Beatz Magelang, menutup rangkaian acara Festival Kuliner Magelang 2017 yang berlangsung sejak Jumat-Minggu (7-9 April).

Festival Kuliner mampu menyedot animo masyarakat Kota Magelang dan sekitarnya. Salah seorang pengunjung, Erna, warga Karet Kelurahan Jurangombo Selatan, kepada Radar Kedu, mengaku menikmati Festival Kuliner Magelang karena bisa memilih aneka jajanan dan masakan.

“Saya mengajak teman-teman ke sini sekalian menikmati ragam aneka kuliner. Harus membayar tiket masuk Rp 2.000, jadi sayang misalnya tidak mencicipi jajanan di sini. Sayangnya masakan dan jajanan tradisional hanya sedikit,” imbuh Erna.

Panitia Festival Kuliner Magelang 2017, Hendy Gaplek mengatakan, hingga hari Minggu, kunjungan masyarakat mencapai sekitar 20.000 orang. “Sejak dibuka Jumat lalu, pengunjung sekitar 5.000 orang. Puncaknya malam Minggu kemarin pengunjung sampai sekitar 10.000 lebih. Animo masyarakat sangat tinggi mengunjungi stan di Festival Kuliner Magelang 2017,” imbuh Hendy.

Untuk jumlah stan, Hendy menjelaskan, ada 130-an stan yang terbagi dalam nonkuliner dan kuliner. Untuk stan kuliner, tambah Hendy, ada 96 stan kuliner yang menyajikan aneka makanan baik tradisional maupun waralaba. “Kami juga memilih stan terbaik yang menjadi antusias pengunjung dan bentuk stan yang unik,” tutur Hendy.

Penutupan Festival Kuliner Magelang, tambah Hendy, ditampilkan band dengan musik akustik dan hip-hop untuk menambah semarak suasana. “Sabtu kemarin kami adakan lomba drumband untuk tingkat TK/RA/BA. Jumlah peserta kami batasi 17 peserta saja. Bahkan kami menolak sekitar 15 TK yang ingin ikut lomba drumband,” ujarnya.

Untuk pemenang, Hendy merinci, juara I adalah Joyfull Drumband dari TK Bentara Wacana Magelang, juara II Gita Kemala Bhayangkari dari TK Kemala Bhayangkari 80 Magelang. Juara III Pesona Quro dari TK Islam Jamiatul Quro Magelang. (cr3/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Guru Bawa Mantan Muridnya Ngamar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG– Berdalih menghibur mantan anak didiknya yang sedang patah hati, AF, 52, oknum guru asal Temanggung nekat membawa YES, 20, warga Jumo Temanggung...

Tepergok Mencuri, Dimassa Warga

BATANG-Dua pemuda yang mengaku warga Depok Kabupaten Batang, menjadi bulan-bulanan warga Kramat Kelurahan Proyonanggan Selatan Kecamatan Batang, setelah tepergok mencuri sepeda motor di sebuah...

Ribuan Warga Tumplek Blek di Festival Ngangklang

KENDAL—Ribuan warga Kaliwungu dan sekitarnya, tumplek-blek di Alun-Alun Kaliwungu. Mereka berduyun-duyun untuk menyaksikan beragam lomba di Festival Ngangklang. Sedangkan Ngangkalng atau klotekan adalah tradisi membangunkan...

Jalur Tol Masih Berupa Tanah Merah

KAJEN–Demi kelancaran arus mudik-balik Lebaran 2017 mendatang, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, memastikan infrastruktur jalan di wilayah lalu lintas Kabupaten Pekalongan, Senin (29/5) kemarin. Bersama...

Kini Delapan PT Berdiri, Lima di Antaranya PTN

RADARSEMARANG.COM - Pasangan Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati (Wabup) Arini Harimurti melakukan banyak terobosan untuk memajukan Kabupaten Pekalongan. Kali ini, berhasil mendorong berdirinya...

Arab, Jawa, Tionghoa Kumpul di Tekodeko

TEKODEKO memiliki andalan kopi yang dinamai Kopi Akulturasi Semarang. Ada alasan dibalik penamaan tersebut. Dikatakan Rony, dirinya ingin menghadirkan ragam etnis dan budaya yang...