Warga Genuk Krajan Diburu Polisi

Diduga Terlibat Kajahatan Penembakan di Jatim

1591

SEMARANG – Aparat kepolisian tengah memburu warga Genuk Krajan VII RT 03 RW 04, Kecamatan Candisari bernama Hariyanto. Dia diduga terlibat aksi penembakan seorang anggota Satlantas Polres Tuban di pos lalu lintas Jenu wilayah Jawa Timur.

Peristiwa penembakan tersebut terjadi Sabtu (8/4) sekitar pukul 09.00. Pada insiden tersebut, pelaku meninggalkan sebuah mobil Terios bernopol H 9037 BZ. Saat dilakukan penggeledahan oleh anggota Polres Tuban, ditemukan STNK mobil warna putih atas nama Hariyanto, warga Genuk Krajan VII RT 03 RW 04, Candisari Semarang.

Saat dilakukan penelusuran di alamat tersebut, warga mengungkapkan alamat tersebut sebelumnya pernah dihuni oleh Hariyanto. Namun demikian, Hariyanto sudah tidak menghuni lagi rumah tersebut sejak tiga tahun terakhir ini. “Ya kurang lebih sekitar tiga tahunan tidak pulang ke sini. Saya tidak pernah melihatnya,” ungkap Ketua RT setempat Mawardi Iskak, 41, Sabtu (8/4).

Bahkan, sekarang ini rumah yang dulunya ditempati Hariyanto sudah dihuni oleh orang lain. “Itu rumah Pak Suranto mertuanya, dia itu pendatang. Rumahnya sekarang dikontrakan. Kalau pindah ke mana saya tidak tahu,” ujarnya.

Disinggung terkait mobil Terios tersebut apakah benar milik Hariyanto, ia mengaku tidak pernah melihat mobil tersebut terparkir di rumah Hariyanto. “Mobil warga diparkir di lahan kosong di area RT sini. Sehingga kalau ada mobil itu pastinya terlihat,” jelasnya. “Tadi juga ada yang ke sini mungkin dari polisi Polda Jateng, ya tanya-tanya Hariyanto,” imbuhnya.

Warga yang enggan disebutkan namanya dan tinggal di depan rumah yang dulu dihuni Hariyanto mengatakan, Hariyanto dikenal tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga dan sudah tiga tahun pindah rumah. “Kira-kira sudah tiga tahun dia dan keluarganya pindah,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Candisari Iptu Dayita Daneswari mengatakan begitu mendapat informasi pihaknya langsung bergerak, mendatangi alamat yang dimaksud. “Saat dicek ternyata yang bersangkutan sudah pindah,” ujarnya.

Terpisah, Kasubdit VI Keamanan Negara Direktorat Intelkam Polda Jateng AKBP Sukandar mengatakan, juga telah melakukan pengecekan alamat Hariyanto namun tak membuahkan hasil. Sukandar menambahkan, hingga saat ini Haryanto belum kedapatan terlibat dengan jaringan tersebut. Namun gerak-gerik Hariyanto dalam pengawasan pihaknya. “Kalau diperlukan kami akan backup Polda Jatim khususnya terkait pemilik mobil yang beralamat di Semarang. Kami juga masih terus menelusuri siapa saja yang saat itu bersama pemilik mobil tersebut,” pungkasnya. (mha/zal)