Ubah Karakter Waria dengan Bela Negara

1304
BELA NEGARA: Sejumlah waria mendapatkan Pembinaan Karakter dalam Rangka Penanganan PMKS yang dilakukan Dinas Sosial Pemprov Jateng. (Dok Dinas Sosial Pemprov Jateng)
BELA NEGARA: Sejumlah waria mendapatkan Pembinaan Karakter dalam Rangka Penanganan PMKS yang dilakukan Dinas Sosial Pemprov Jateng. (Dok Dinas Sosial Pemprov Jateng)

SEMARANG – Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya untuk menggandeng para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti waria. Salah satunya dengan membekali mereka karakter bela negara sebagai upaya mengubah sikap mental dan prilaku waria di Jateng.

Kegiatan digelar Dinsos Jateng dengan tema “Pembinaan Karakter dalam Rangka Penanganan PMKS Pemprov Jateng 2017” di Rindam IV Diponegoro pada 3-12 April mendatang, dengan menggandeng Himpunan Waria Solo (Hiwaso). “Ini merupakan salah satu upaya kami untuk menangani masalah PMKS di Jateng,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Pemprov Jateng, Susmiasih Prawira.

Ia menambahkan, selama ini waria masih sering termarjinalkan dan kerap mendapatkan perlakukan diskiriminatif. Untuk itu, pemprov melakukan pembinaan karakter sebagai upaya untuk mengubah sikap mental dan perilaku waria. Karena selama ini waria dianggap keluar dari normal dari masyarakat. “Memang ada waria yang sudah melakukan kegiatan positif, tapi tidak sedikit yang negatif. Nah dengan pelatihan ini kami berharap mereka bisa melakukan hal positif dan bisa berbaur dengan masyarakat,” tambahnya.

Sejak 2011-2017, Pemprov Jateng sudah melatih 530 orang yang masuk kategori PMKS. Seperti anak jalanan, PGOT serta waria. Khusus untuk waria akan mendapatkan perhatian karena selama ini masih belum banyak lembaga yang menyentuhnya. “Memang tidak mudah mengajak waria  untuk melakukan pelatihan dan kegiatan seperti ini. Akhirnya kami mengajak lembaga Hiwaso Solo dan untuk sekarang ada 50 waria,” tambahnya.

Wakil Komandan Rindam IV Diponegoro Kolonel Inf Riswanto, mengatakan, para PMKS akan diberikan bimbingan, pengasuhan, dan pelatihan khusus. Langkah itu sebagai upaya untuk megubah sikap mereka menjadi berkarakter bangsa Indonesia.  “Materi yang diberikan seperti bela negara, kedisiplinan, wawasan nusantara dan berkesadaran bernegara. Agar mereka bisa menjadi warga negara baik bisa bekerjasama di lingkungan sosial masing-masing,” katanya.

Agar tidak membosankan, para waria akan mendapatkan materi teori 40 persen dan 60 persen mendapatkan materi di lapangan. Untuk memupuk dan menumbuhkan kerjasama dalam realitas mereka akan dilatih baris-berbaris dan permainan yang menumbuhkan kerjasama tim. “Dinas Sosial sudah mempercayakan kami untuk megubah karakter. Jadi mereka digembleng dan kami juga memberikan materi bidang keagamaan yang menyentuh agar mereka tetap memiliki kesadaran untuk berbangsa-negara,” tambahnya. (sct/fth/zal)