Kunci Sukses, Cinta Pekerjaan

Warga Pedurungan Kidul Pamerkan 52 Stand UMKM

553
Reni Damayanti. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Reni Damayanti. (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tekun dan bertanggung jawab adalah prinsip yang dipegang Reni Damayanti. Di sela-sela kesibukannya bekerja, ia tetap bercita-cita mengenyam pendidikan yang tinggi. Baginya, pekerjaan tak menjadi halangan untuk menuntut ilmu. Selagi bisa dilaksanakan secara seimbang, tentu tidak menjadi beban.

Renny -panggilan akrabnya- mengaku senang bisa bekerja sambil kuliah. Selain mendapatkan ilmu bermanfaat, ia juga dapat membantu perekonomian keluarga dengan bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di salah satu mal di Kota Semarang.

“Dulu pas lulus SMA, sebenarnya sudah disuruh kuliah, tapi saya ingin mencoba merasakan susahnya mencari uang sendiri. Pas sudah kerja malah kebablasan sampai sekarang. Namun aku tidak lupa untuk tetap melanjutkan pendidikan, meski sudah bekerja,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan, banyak suka duka yang ia rasakan selama menjadi SPG sejak September 2011. Kerapkali, cewek yang hobi makan bakso ini mendapatkan cibiran yang kurang mengenakkan lantaran dirinya seorang mahasiswa bekerja menjadi SPG. Justru hal itu memotivasinya untuk lebih berprestasi. Walaupun bekerja sambil kuliah, tetap bertanggung jawab dengan pekerjaan sehingga berhasil mendapatkan reward karyawan teladan.

Keinginan yang teguh mengantarkan dara kelahiran Semarang 10 Maret 1991 ini menjadi salah satu pegawai teladan selama 3 kali berturut-turut. Puncaknya, ia mendapatkan hadiah dari perusahaan tempatnya bekerja untuk berlibur keluar negeri selama beberapa hari.

“Aku bersama 30 karyawan teladan seluruh Indonesia dapat hadiah liburan ke Bangkok. Siapa yang menyangka bisa mendapatkan hadiah yang tidak semua orang bisa. Itu aku buktikan, soalnya banyak yang bilang, eman-eman kalau anak kuliah kerja jadi SPG,” kenangnya.

Anak pasangan Djasmadi dan Sutini ini tidak mempedulikan berbagai omongan miring yang mengarah padanya. Bagi Renny, selama pekerjaannya halal dan ia dapat bertanggung jawab, tidak menjadi kendala untuk mencapai kesuksesan.

Renny justru bercita-cita mengangkat derajat teman-teman sejawatnya yang bekerja sambil kuliah, khususnya yang menjadi SPG untuk tidak malu melakoni profesinya. Dengan bersemangat dan memotivasi untuk terus bekerja dan berkarya, ia yakin pandangan masyarakat akan berubah dan lebih menghargai apapun profesinya. “Kuncinya gak perlu malu apapun pekerjaanmu, tidak ada pekerjaan yang langsung enak, semua butuh ketekukan, tanggung jawab dan kesabaran karena keberhasilan tidak pernah mengkhianati proses,” pungkasnya. (mg29/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here