SIAP MUDIK : Presiden Joko Widodo ditemani Menteri PUPR saat meninjau progres pengerjaan Jalan Tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP MUDIK : Presiden Joko Widodo ditemani Menteri PUPR saat meninjau progres pengerjaan Jalan Tol Semarang – Solo ruas Bawen – Salatiga, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan jika Tol Semarang – Solo seksi 3 ruas Bawen-Salatiga siap dioperasionalkan secara fungsional pada triwulan II tahun 2017 ini. Hingga akhir Maret, dipastikan progres konstruksi untuk seksi 3 Bawen-Salatiga telah mencapai 97 persen.

Hal itu dinyatakan oleh Presiden Jokowi saat meninjau progres pengerjaan Tol Semarang–Solo ruas Bawen–Salatiga, Sabtu (8/4) kemarin. “Saat musim arus mudik-balik, jalan tol sepanjang 17,50 kilometer ini, dapat beroperasi secara fungsional,” ujar Jokowi.

Proses cut and field pada sisi bukit Polosiri Kecamatan Bawen diakui Jokowi merupakan kendala. Pasalnya, proses pengerukan masih menyisakan sedikitnya 140 ribu kubik tanah dan bebatuan. Sehingga mengganggu jalannya proyek pengerjaan tol di ruas tersebut.

Secara keseluruhan, selain Bukit Polosiri, pembangunan Tol Semarang–Solo memang terkendala kondisi geografis wilayah. Dimana masing-masing ruas memiliki bukit-bukit yang harus dikepras.

“Memang problem yang paling berat di ruas Bawen ini, berhadapan dengan bukit-bukit yang memerlukan pemotongan dan harus membawa tanah itu menuju ke tempat lain,” katanya.

Adapun jumlah tanah yang harus digali awalnya pada bukit Polosiri tersebut mencapai 2 juta meter kubik. Saat ini masih menyisakan 140 ribu meter kubik saja. Sehingga, beberapa peralatan berat dan SDM (Sumber Daya Manusia) juga ditambah.

Kondisi cuaca ekstrim diakuinya menjadi kendala dalam proses pengerukan material pada pengerjaan pembangunan tol. “Ruas Bawen-Salatiga bertahun-tahun tidak bisa selesai, karena masalah pembebasan lahan. Tetapi kini, hampir di setiap ruas setiap seksi, 97 persen lahan sudah terbebaskan,” katanya.

Jokowi juga menegaskan jika selain Tol Semarang–Solo, beberapa pembangunan tol yang lain seperti Jakarta–Semarang juga akan rampung pada 2018 nanti. “Saya sudah sampaikan ke Menteri PUPR tinggal konstruksi. Kita berharap 2018 akhir, Jakarta-Semarang, Semarang-Solo, Solo-Surabaya dapat tersambung. Dilanjutkan ke arah timur Surabaya-Banyuwangi 2019, bisa tersambung,” ujarnya.

Ditemani Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Jokowi nekad menerobos hujan saat peninjauan progres pengerjaan tol di ruas Bawen tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Heri Trisaputra Zuna yang hadir dalam kesempatan itu, mengakui jika dalam pembangunan di ruas Bawen–Salatiga tersebut memang terkendala cuaca dan kondisi medan.

“Namun kita optimistis. Kami kerja keras untuk itu, artinya peralatan kami maksimalkan, teknologi juga akan kita coba. Tetapi memang curah hujannya tinggi dan ekstrim. Peralatan sudah banyak,” katanya.

Terkait dengan pembebasan lahan, beberapa waktu lalu memang mengalami kendala terkait pendanaan. Seperti diketahui sebelumnya, pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kehabisan dana untuk pembebasan lahan jalan tol tahun ini.

Bahkan hal itu sempat membuat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Semarang–Solo khawatir, jalan tol yang targetnya beroperasi Lebaran tahun ini terhambat, jika tidak ada dana talangan untuk pembebasan lahan.

Pada kesempatan itu, Heri mengatakan jika dana talangan sebesar Rp 500 miliar tersebut sudah digunakan. “Disini belum terpakai semua. Itu tinggal bayar. Kami melihat, soal pembebasan lahan tidak menjadi masalah,” ujarnya. (ewb/ida)