Usung Modifikasi Chamber Pada Mobil Tua

Usung Modifikasi Chamber Pada Mobil Tua

5176
LANGKA : Leonardo Cakra berfoto bersama mobil BMW E30 318.i kebanggaannya yang sudah dimodifikasi. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGKA : Leonardo Cakra berfoto bersama mobil BMW E30 318.i kebanggaannya yang sudah dimodifikasi. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dunia modifikasi di Indonesia memang tidak ada matinya. Para modifikator pun tidak hanya mengubah tampilan mobil terbaru agar tampak lebih gagah ataupun keren. Tak sedikit malah menggunakan mobil tua untuk diubah bentuknya agar lebih eye catching dan mengikuti perkembangan zaman.

Sama halnya yang dilakukan oleh Leonardo Cakra yang memilih mengubah tampilan mobil tua BMW E30 318.i miliknya dengan menganut gaya modifikasi chamber. Pada umumnya modifikasi jenis ini membuat mobil menjadi ceper dengan memasang velg dan ban berukuran besar dan lebar. “Modifikasi ini saya lakukan untuk membuat mobil keluaran 1987 yang saya miliki lebih terlihat muda dan modif di jalan raya,” katanya.

Dia dengan membuat velg dan ban sedekat mungkin dengan sasis dan fender. Semakin dekat jarak velg dengan fender atau sasis, akan terlihat ceper. Cara yang dilakukan adalah memilih velg dan ban dengan ukuran yang sesuai. Urusan fender, minimal bagian bibir di-roll atau dilipat. Sebisa mungkin tidak melakukan wide body. Karena sudah keluar dari rancangan pabrik. “Walaupun menggunakan velg lebih besar, bodi tidak mengalami perubahan, karena menurut saya malah akan merusak estetika mobil tua,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Leo ini tetap mengusung keaslian pada mobil tuanya entah itu pada bagian mesin maupun bodi. Pasalnya mobil miliknya termasuk mobil langka, yang diklaim hanya ada 1 unit saja di Semarang. “Warna masih sama kayak aslinya, mesin juga masih standar. Hanya ada ubahan di interior, knalpot dan velg saja,” tuturnya.

Untuk velg, Leo menggunakan ukuran 17 inchi depan belakang dengan merek Borbet. “Tujuannya agar ban terlihat semakin mepet dengan bodi, sebelumnya dilakukan settingan pada suspensi dan kaki-kaki agar bisa digunakan harian,” bebernya.

Masih membahas bagian eksterior, semua piranti yang ada masih dipertahankan seperti aslinya. Handle pintu, spion, lampu depan berbentuk bulat, lampu belakang, dan grill, dengan maksud mempertahankan estetika mobil itu sendiri. “Orisinalitas mobil tetap dipertahankan, soalnya lebih terlihat mewah dan nyaman kala dikendarai di dalam dan luar kota” papar anggota BMW CCI Semarang ini.

Mobil yang cukup langka di Semarang ini, memang menawarkan kenyamanan berkendara layaknya mobil Eropa pada umumnya. Namun jangan ditanya soal mesin, walaupun tua mobil milik Leo masih bisa dipacu dengan kecepatan diatas 150 km per jam.

“Powernya sudah besar, agar tetap terlihat elegan, bagian jok saya ganti dengan cover jok MB Tech berwarna hitam. Penggunaan knalpot HKS Power, dilakukan agar suara mobil menjadi lebih gahar,” katanya.

Walaupun tergolong uzur, mobil ini ternyata tidak ribet dalam perawatannya. Hal yang paling penting tentu untuk melakukan pengecekan secara berkala mulai dari oli mesin dan piranti lainnya. Mobil ini pun hanya perlu dipanasi agar aki tidak cepat tekor.

“Kalau hanya kerusakan ringan masih bisa diakal, tapi kalau sudah ganti spare part ya harus hunting. Dari dulu sampai sekarang, belum ada yang diganti karena mobil ini memang dikenal sangat kuat,” tuturnya. (den/ric)