33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Angkat Kebaya dan Batik Jadi Busana Modern

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG – Kebaya dan kain batik adalah dua kesatuan yang tidak terpisahkan. Kebaya sendiri adalah sebuah baju adat yang tidak bisa dipisahkan dari wanita Indonesia. Sedangkan batik merupakan kain warisan budaya yang kaya akan filosifi dan ciri khas sebuah daerah. Dua kain yang dulu dianggap kuno ini, kembali diangkat menjadi busana yang lebih modern dan up to date.

The Real Margaria Batik mencoba mengembangkan kebaya lebih modern guna menyemarakkan hari Kartini yang jatuh pada 21 April mendatang. Pada fashion show kemarin, dipamerkan tiga segmen kebaya yang berbeda, yakni Kebaya Bunga, Kebaya Kartini dan Kebaya Lace. “Kebaya adalah sebuah busana yang kini bisa digunakan dalam acara formal ataupun non formal, model kebaya yang dimiliki The Real Margaria mengembangkan style dasar kebaya jadi pakaian adi busana yang lebih menyasar segmentasi luas,” kata Asisten General Manager Ther Real Margaria Batik GroupNoer Wijayanti, usai acara Eksotisme Batik Klasik dalam Secangkir The di Sore Hari, kemarin.

Kegiatan ini sekaligus memberikan pengetahuan cara mengenakan bawahan batik yang sesuai dengan kebaya yang dipakai. Pada sesi pertama yakni model Kebaya Bunga, lebih mengangkat motif bunga yang dipadukan dengan bawahan batik khas nusantara. “ Motif kebaya bunga ini, mengusung warna bunga yang cerah, dan cocok dipadukan dengan kain batik nusantara berwarna gelap,” jelasnya.

Semantara pada sesi kedua dipamerkan kebaya Kartini yang memiliki tekstur halus. Pada kebaya ini menggunakan meterial kain katun silk polos yang punya tektur halus sehngga terkesan ringan dan melayang, dengan motif senada busana ini coba dipadukan dengan kain selendang sutra yang membuat kesan lebih glamour,feminin serta elegan. “Model ini akan semakin meningkatkan citarasa modern serta elegan dan chic bagi pemakainya,” tuturnya.

Untuk sesi ketiga yang mengangkat kebaya lace, sesuai namanya menggunakan bahan dengan gaya busana yang feminin serta model yang sederhana. Kebaya ini terelihat anggun dan cantik dipadukan dengan bawahan batik sutera khas nusantara yang melengkapi kesan feminim pada pemakainya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pemahaman Kosa Kata Bahasa Jawa Melalui Bermain Peran

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar, dapat memperoleh  tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan....

Korban Tewas di Adegan ke 12

SEMARANG - Tiga pelaku pembunuhan juru parkir (jukir) di Pekunden Semarang Selatan menjalani rekonstruksi, Rabu (22/11). Jukir bernama Tri Handayanto alias Trinil, 40, warga...

7.000 Orang Ikuti Pawai Ta’aruf

SALATIGA-Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Kota Salatiga menggelar pawai ta’aruf untuk menyambut tahun baru 1439 Hijriyah, Kamis (21/9). Pawai menempuh jarak sekitar 5...

Lantik Pengurus Baru, Promosikan Demak

DEMAK-Dinas Pariwisata Pemkab Demak kembali memfungsikan pengurus dan keanggotaan Satuan Karya (Saka) Pramuka Pariwisata. Ini dilakukan untuk membantu mempromosikan potensi wisata di wilayah Demak....

Ditunda Lagi, Perades Makin Tak Jelas

DEMAK- Komandan Banser Demak, Mustain mengaku kecewa dengan ditundanya seleksi perangkat desa (Perades) untuk kali keduanya. Menurutnya, penundaan tersebut justru membuat makin tidak jelas...

Jaga Budaya Pemakaman Khas Tionghoa

RADARSEMARANG.COM - Bermula dari perkumpulan sosial dan seni bernama Hoo Hap Hwee dan Sam Ban Hien di era penjajahan Belanda, dua perkumpulan beranggotakan warga...