UKSW Prof John A Titaley, Deputi Komisioner Manajemen Strategi IA OJK Imansyah dan Chairman Garuda Food Group Sudhamek AWS berbincang dengan beberapa mahasiswa peserta Seminar Economics Fair 2017. (IST)
UKSW Prof John A Titaley, Deputi Komisioner Manajemen Strategi IA OJK Imansyah dan Chairman Garuda Food Group Sudhamek AWS berbincang dengan beberapa mahasiswa peserta Seminar Economics Fair 2017. (IST)

SALATIGA – Tantangan dalam mengembangkan perusahaan saat ini terus muncul, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Terlebih saat ini merupakan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di mana persaingan bisnis bagi seluruh negara di Asia Tenggara sangat terbuka. Namun, tantangan tersebut justru menjadi sebuah peluang untuk berkembang.

Chairman Garuda Food Group Sudhamek AWS dalam Seminar Economic Fair 2017 di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Kamis (6/4), membagikan tiga kunci untuk menjaga keberlanjutan perusahaannya. Ketiga kunci tersebut adalah mengembangkan intrapreneurship dalam sistem manajemen, mengembangkan inovasi dan perbaikan berkelanjutan melalui budaya belajar serta membangun sistem kinerja manajemen yang bisa diukur.

“Tanpa persaingan, perusahaan yang kita dirikan justru tidak akan tumbuh. Kalau kita mau lihat sudut positif dari sebuah tantangan, maka kita bisa mengubahnya menjadi peluang. Era MEA justru membuka peluang untuk masuknya investasi yang menguntungkan bagi perusahaan,” tegas Sudhamek yang juga meraih gelar sarhana ekonomi (SE) dan sarjana hukum (SH) dari UKSW ini. (sas/ton)