Tujuh Jaksa Disiapkan Tuntut

Pembunuh Siswa SMA TN

687
DITELITI: Berkas acara pemeriksaan kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara diserahkan penyidik Polres Magelang ke Kejari Magelang, Kamis (6/7) malam. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
DITELITI: Berkas acara pemeriksaan kasus pembunuhan siswa SMA Taruna Nusantara diserahkan penyidik Polres Magelang ke Kejari Magelang, Kamis (6/7) malam. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID—AMR, 16, tersangka pembunuhan terhadap rekannya sesama siswa SMA Taruna Nusantara (TN), Kresna Wahyu Nurachmad, 15, segera disidang. Penyidik kepolisian telah menyerahkan berkas pemeriksaan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang.

Kepala Kejari Kabupaten Magelang, Eko Hening Wardono, menerjunkan tujuh jaksa. Mereka akan meneliti berkas dan menyidangkan perkara ini di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Magelang.

Penyerahan berkas berlangsung Kamis malam (6/7). Berkas dikirim oleh Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Asnanto, dan diterima jaksa peneliti, Bagus SH. “Berkas ini akan kami teliti terlebih dahulu untuk mengetahui persyaratan formil dan materiil,” kata Kajari Eko Hening Wardono, kemarin.

Eko menyampaikan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyelesaikan penelitian berkas tersebut hingga P21 alias lengkap. “Karena ini kasus perkara anak, maka harus diprioritaskan juga. Kalau sudah lengkap, maka akan dinyatakan lengkap. Kalau belum, nanti kita minta penyidik (Polres) melengkapi,” kata Eko.

Eko menambahkan, dalam kasus ini, pihaknya sudah memerintahkan tujuh jaksa. Termasuk di dalamnya ada jaksa khusus perkara anak di bawah umur. “Ini kan kasus menonjol juga,” ucap mantan Kajari Bengkulu itu.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono menambahkan, pihaknya tidak menemui kendala berarti dalam menyusun berkas perkara kasus yang menghebohkan tersebut. Sebab, sejak awal, polisi sudah mendapatkan bukti-bukti yang lengkap. Selain itu, pelaku juga bersikap kooperatif.

Untuk menyusun berkas perkara, penyidik telah memeriksa 19 saksi.Terdiri atas siswa, pamong, kasir supermarket, dan orang tua tersangka. Hindarsono menyampaikan, saat ini tersangka AMR masih dititipkan di rumah tahanan perempuan dan anak di markas II Polres Magelang Kota. Menurut Hindarsono, kondisi AMR baik-baik saja. Setiap hari, pihak keluarga mengunjungi.

Sepekan pasca-kasus pembunuhan, kondisi SMA Taruna Nusantara sudah kondusif. Proses belajar-mengajar juga sudah pulih. Untuk itu, polisi yang berjaga di SMA Taruna Nusantara sudah ditarik. Sebagai gantinya, patroli per satu jam sekali oleh petugas Polsek Mertoyudan. “Ini untuk membuat ketenangan dan kenyamanan siswa SMA Taruna Nusantara.”

Seperti diberitakan, Kresna Wahyu Nurachmad, 15, siswa kelas 10 SMA Taruna Nusantara, asal Kota Bandung, Jawa Barat, dibunuh teman satu baraknya, AMR,1 6. Pembunuhan dilakukan saat korban tidur pulas pada Jumat (31/3) pukul 03.30 di kamar 2B graha 17. Pelaku nekat membunuh lantaran sakit hati karena korban mengetahui perbuatannya mencuri barang dan uang milik teman-temannya. Aksi tersebut dilakukan dengan perencanaan matang. (vie/isk)