TIMPA PENGHUNI : Bencana tanah longsor menimpa sebuah rumah di Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, sehingga membuat tiga penghuni rumah mengalami luka. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)
TIMPA PENGHUNI : Bencana tanah longsor menimpa sebuah rumah di Desa Salaman, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, sehingga membuat tiga penghuni rumah mengalami luka. (MUKHTAR LUTFI/JAWA POS RADAR KEDU)

MUNGKID—Bencana tanah longsor terus mengancam wilayah Kabupaten Magelang. Kemarin pagi (7/4), longsor terjadi di Dusun Jurang, Desa Kalisalak, Kecamatan Salaman. Satu rumah warga rata dengan tanah. Tiga penghuni rumah tertimpa bangunan yang roboh. Beruntung ketiganya selamat, meski mengalami luka-luka serius.

Informasi yang dihimpun koran ini, ketiga korban merupakan satu keluarga. Yakni, Asruri, 72, mengalami patah tulang lengan atas; Riyanti, 42, luka di bagian kepala; dan Yulaikah, 22, luka ringan di di beberapa bagian tubuh.

Longsor terjadi akibat tebing setinggi 4 meter di belakang rumahnya, tidak kuat usai diguyur hujan deras sejak sore (6/4). Meski tebing sudah ditalut, namun longsor tetap tak bisa ditahan.

“Hujan memang terjadi sejak sore dan deras sekali. Beberapa warga yang mengetahui rumah korban tertimpa longsor langsung berdatangan,” kata Slamet, salah satu warga.

Dibantu relawan, korban lantas dibawa ke Puskesmas Salaman untuk mendapatkan perawatan. Namun, satu korban harus dirujuk ke RST karena patah tulang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto, mengatakan talut penahan tanah (senderan) sepanjang 15 meter dan tinggi 4 meter, tidak mampu menahan hujan. Yang terjadi, talut longsor dan menimpa rumah nonpermanen milik Asruri. “Rumah milik Asori rusak berat. Saat kejadian tiga anggota keluarga itu masih berada di dalam rumah,” jelas Edi.

Semua korban dievakuasi oleh warga dan relawan, lantas dirujuk ke RST dr Soedjono Kota Magelang, setelah sebelumnya sempat dirawat di Puskesmas, Kecamatan Salaman.

Hingga berita ini ditulis, ratusan relawan, aparat, dan warga melakukan kerja-bakti membongkar rumah korban untuk kemudian diperbaiki. BPBD juga telah mengirimkan logistik untuk pelaksanaan kerja bakti tersebut.

Sebelumnya, pada Kamis (6/4) sekitar pukul 18.00, musibah longsor juga terjadi di Dusun Gempal, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.

Namun, satu rumah milik warga, Jumirin, 57, terancam roboh jika terjadi longsor susulan. Selain itu, material tanah juga sempat menutup akses jalan antara Dusun Kemloko dan Dusun Kenalan, Kecamatan Borobudur.

“Tepat di atas tebing yang longsor, ada rumah warga, Jumirin. Tiang dapur sudah menggantung sehingga jika terjadi longsor susulan bisa roboh rumah itu.”

Pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai hujan deras. Utamanya, masyarakat yang tinggal di lereng-lereng pegunungan. Longsor berpotensi jika terjadi rekahan tanah dan dipicu hujan. (vie/isk)