Prita Yusita, Bidan di Salatiga yang Gencar Kampanyekan Persalinan Alami

Dirikan Lembaga Ibu Alam, Belajar ke Robin Lim di Bali

5228
BIDAN INOVATIF: Program senam bagi wanita hamil untuk menyiapkan persalinan. Inzet: Prita Yusita. (DOKUMEN PRIBADI)
BIDAN INOVATIF: Program senam bagi wanita hamil untuk menyiapkan persalinan. Inzet: Prita Yusita. (DOKUMEN PRIBADI)

Terinspirasi dari Robin Lim yang memopulerkan persalinan secara alami. Prita Yusita, seorang bidan yang berdomisili di Salatiga termotivasi untuk mengedukasi perempuan bahwa proses persalinan secara alami adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Seperti apa?

CHRISTIAN PASKAH PS

PRITA Yusita adalah seorang bidan yang berdomisili di Jalan Tegalsari I/8 Mangunsari, Sidomukti, Salatiga. Alasan Prita—panggilan perempuan ini—untuk mendirikan Ibu Alam, sebuah pusat edukasi dan support persalinan alami adalah karena passion yang dimiliki. Passion-nya adalah untuk membuat wanita lebih percaya diri bahwa tubuhnya bisa melahirkan secara alami.

”Saya ingin agar seluruh wanita memiliki keyakinan dan ilmu atas tubuhnya. Ketika ia memiliki ilmu, ia akan bisa memutuskan apa yang terbaik bagi tubuh dan bayinya,” papar Prita kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Prita pun berpendapat bahwa segala sesuatu yang alami itu baik. Sudah seharusnya wanita memiliki ilmu pengetahuan agar bisa melahirkan bayi dari rahimnya secara alami.

Dikatakan, Ibu Alam, lembaga yang didirikannya untuk mengedukasi para ibu yang akan melahirkan tersebut, terinspirasi oleh buku yang ditulis Robin Lim. Untuk menimba ilmu mengenai persalinan secara alami, Prita rela terbang ke Bali, belajar bersama Robin Lim, untuk menimba ilmu seputar persalinan alami.

”Ilmu yang saya dapatkan di Bali tidak saya peroleh di jenjang pendidikan akademis. Apa yang saya dapatkan dari buku itu adalah bahwa segala sesuatu yang berhubungan mengenai persalinan itu sudah didesain secara sempurna oleh Yang Maha Kuasa, seperti apa yang dialami Maryam ketika melahirkan Nabi Isa. Kita hanya perlu makan, minum, dan bersenang hati dalam menghadapi proses persalinan,” jelas Prita.

Diakui dia, bahwa anak keduanya lahir secara alami. Ia menggunakan perantara air karena sifat air yang relaksan, sehingga jalan lahir menjadi lebih cepat.

Dipaparkannya, ada sebuah hormon, yakni hormon oksitosin. Hormon oksitosin adalah hormon yang ada ketika pasangan sedang jatuh cinta dan melakukan hubungan suami-istri. Ini adalah hormon yang membuat kontraksi pada rahim wanita. Maka, Prita menjelaskan bahwa persalinan adalah sebuah drama yang sudah didesain Yang Maha Kuasa dengan oksitosin untuk melahirkan dan menyusui, bahkan jatuh cinta dengan pasangannya.

Dikatakan, ada seorang dokter senior obgyn dari Italia yang menyatakan bahwa bumi adalah Planet Cinta, karena bayi terlahir dari cinta dan dikeluarkan dengan cinta. ”Sebagai ibu, kita hanya perlu bersenang hati. Di dalam pelatihan internasional dijelaskan dan di dalam Alquran pun sudah dijelaskan, sehingga saya menyukai profesi saya hingga sekarang,” ungkap Prita.

Program-program yang ditawarkan Ibu Alam untuk menyiapkan persalinan para ibu beragam. Ada empat program persalinan secara alami yang ditawarkan, seperti prenatal yoga dan prenatal class. Prenatal yoga adalah senam atau latihan kelenturan otot-otot pendukung proses kelahiran. Tujuannya adalah untuk persalinan yang prima dan proses kelahiran yang lembut dimulai dari usia kelahiran 26 minggu. ”Semakin sering ibu berlatih yoga, maka kemungkinan persalinan secara alami dan lancar akan meningkat,” terangnya.

Selain itu, berbeda dengan program prenatal yoga, prenatal class atau amani prenatal class, program ini dirancang sedemikian rupa dengan materi yang bermanfaat untuk persiapan kelahiran alami. Ini adalah kelas berpasangan yang dilaksanakan sebanyak enam hingga delapan kali pertemuan setiap akhir pekan. Materi yang diberikan meliputi tahapan proses kelahiran, mendukung proses kelahiran secara fisik dan emosional, cara mengurangi nyeri proses kelahiran secara alami, active moving, nutrisi kehamilan, dan lain-lain.

”Seorang ibu yang telah mengetahui bagaimana tubuhnya bekerja dalam proses kelahirannya cenderung lebih tenang dalam menghadapi proses kelahiran,” katanya.

Dikatakan, seorang ibu yang ingin melahirkan secara alami harus menyiapkan fisik dan mentalnya. Semakin sering seorang ibu menyiapkan segalanya, goal yang dicapai lebih besar dibanding ibu yang tidak menyiapkan segala sesuatunya.

”Jadi, sudah kuno kalau suami melarang istrinya ikut senam hamil. Ibu harus menyiapkan fisiknya seperti senam hamil, yoga, renang, selama masih dalam batas aman,” ucapnya.

Ibu Alam juga menyediakan doula (pendamping persalinan). Prita sendiri juga adalah seorang doula bersertifikat Amani International. Doula adalah perempuan yang telah mendapatkan pelatihan dan pengetahuan dalam hal proses kelahiran, memfasilitasi ibu yang akan menjalani proses kelahiran, memberikan dukungan emosional secara kontinu, memberikan rasa nyaman secara fisik, serta menjadi pendamping saat pemberian informasi medis. ”Doula adalah profesi baru di Indonesia,” jelas Prita.

Doula juga dibekali dengan teknik-teknik comfort sehingga ketika seorang ibu merasakan rasa sakit, tidak terlalu dirasakan. ”Ibu yang bersalin dengan doula mengalami persalinan lebih cepat dan alami,” terangnya.

Ke depan, kata dia, Ibu Alam akan menyebarkan teknik ini melalui pendidikan dan pelatihan untuk calon doula kepada mahasiswa akademi kebidanan atau masyarakat umum. ”Siapa pun bisa jadi doula asal sudah tersertifikasi,” jelas Prita.

Ia menerangkan bahwa doula juga bisa membantu proses kelahiran di rumah sakit. Doula bekerja di mana saja dan si ibu telah memilih siapa doula yang ia inginkan. ”Semua perempuan perlu doula. Perlu sekali untuk memiliki seorang pendamping dengan beberapa pengetahuan,” jelas Prita. Prita menyediakan doula gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. (*/aro/ce1)