33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

PCNU Kendal Tolak Islam Radikal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal menyatakan sikap menolak sistem pemerintahan Daulah Khilafah yang disuarakan oleh salah satu ormas Islam. Sebab, hal tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan Islam di Indonesia.

Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan, saat memberikan tausyiahnya pada perayaan Harlah NU di Alun-Alun Kendal, Jumat (7/4) kemarin, menyatakan, jika konsep khilafah sama sekali tidak berdasar, dan sudah keluar dari cita-cita para pendiri bangsa terdahulu untuk menyatukan rakyat Indonesia yang beragam suku dan agama.

Menurutnya, gaya konsep Islam ormas tersebut adalah Islam garis keras atau Islam radikal. “Karenanya kami meminta kepada Polri dan TNI untuk membasmi Islam radikal dari Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Yakni, Islam yang membawa rahmat atau kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Jadi, tidak tepat jika ingin berkuasa dan mendirikan khilafah di Indonesia.

Rahmatan Lil Alamin itu ya berarti Islam itu tidak radikal dan tidak liberal. Tapi penuh kasih sayang dan seimbang antara hati dan pikiran. Saya imbau kepada warga NU, mari jaga keutuhan NKRI dan mari jaga kententraman negara dan wilayah kita masing-masing,” tandasnya.

Beberapa ciri Islam Radikal di Indonesia, kata dia, lebih suka berdebat dan lebih suka mengkafirkan sesama muslim. Selain itu, suka memberikan hukuman bit’ah pada ibadah-ibadah tertentu yang dinilai tidak sejalan. “Mereka juga suka memfasikkan orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, Islam radikal cara berdakwahnya saja sudah tidak memberikan ruang toleransi keberagamaan. “Hal seperti ini sudah tidak cocok tinggal di Indonesia. Sebab, Islam Indonesia ini terdiri atas berbagai suku dan agama. Jadi, toleransi harus dijaga agar NKRI tetap utuh,” katanya.

Ketua Panitia Harlah NU ke 94 Kabupaten Kendal, Muhamad Mustamsikin,  mengatakan, jika NU memang sudah sejak awal tidak sepakat dengan konsep khilafah yang diusung salah satu ormas Islam tersebut. “Selama masih sejalan dengan prinsip-prinsip Islam dan Indonesia, kami warga NU tidak masalah. Tapi, ketika sudah ingin mendirikan khilafah, maka kami nyatakan kami sudah tidak sepakat dan tidak sejalan,” tandasnya.

Mustamsikin mengatakan, dalam Harlah NU kemarin, pihaknya juga mengumumkan jika PCNU Kendal akan segera membangun rumah sakit NU. Saat ini, lahan sudah disiapkan seluas 9.000 hektare. Selain itu juga sudah terkumpul dana sebesar Rp 254 juta. “Untuk pembangunan kami masih menunggu kerja sama dengan PBNU pusat, karena izin pembangunan akan dilakukan oleh PBNU pusat,” tandasnya. (bud/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenang Masa Kuliah Sambil Kerja

SALATIGA--Upaya maksimal telah dilakukan Asisten Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng Muhammad Farhan sejak masa kuliah. Bapak satu anak ini harus bekerja sembari kuliah saat...

Pengusaha Telor Asin Kurangi Stok Produksi

RADARSEMARANG.COM, BREBES - Arus mudik 2018, tol Pejagan-Pemalang sudah bisa dilalui oleh para pemudik. Namun, beroperasinya ruas tol tersebut secara langsung akan berdampak pada...

75 Pengantin Resepsi Masal

RADARSEMARANG.COM, BATANG- Wajah cerah dan bahagia terpancar dari 75 pasangan nikah masal yang mengikuti prosesi resepsi pernikahan   di Pendopo Kabupatan Batang. Sebelum menggelar resepsi...

Kampanyekan STAR, Cegah Pelecehan Seksual

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagai upaya mengurangi tingkat pelecehan seksual, mahasiswa jurusan D3 Hubungan Masyarakat Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Generasi Be A...

BRI Syariah KCP Demak Beri Reward

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Bank BRI Syariah Kantor Cabang Pembantu (KCP) Demak memberikan penghargaan (reward) kepada 5 jamaah calon haji (calhaj) asal Demak. Yaitu, dengan...

Cahaya Mas Incar Dua Kelompok

DEMAK-Klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) Cahaya Mas David Sport membidik hasil siginifikan dari kelompok pembinaan seperti tunggal dini putri utama dan tunggal pemula putra madya....