PCNU Kendal Tolak Islam Radikal

1856
HARLAH NU: Ribuan warga Nahdlatul Ulama saat merayakan Harlah NU di Alun-Alun Kendal, kemarin. (Inzet) Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARLAH NU: Ribuan warga Nahdlatul Ulama saat merayakan Harlah NU di Alun-Alun Kendal, kemarin. (Inzet) Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kendal menyatakan sikap menolak sistem pemerintahan Daulah Khilafah yang disuarakan oleh salah satu ormas Islam. Sebab, hal tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan Islam di Indonesia.

Ketua PCNU Kendal, KH Danial Royan, saat memberikan tausyiahnya pada perayaan Harlah NU di Alun-Alun Kendal, Jumat (7/4) kemarin, menyatakan, jika konsep khilafah sama sekali tidak berdasar, dan sudah keluar dari cita-cita para pendiri bangsa terdahulu untuk menyatukan rakyat Indonesia yang beragam suku dan agama.

Menurutnya, gaya konsep Islam ormas tersebut adalah Islam garis keras atau Islam radikal. “Karenanya kami meminta kepada Polri dan TNI untuk membasmi Islam radikal dari Indonesia,” tegasnya.

Menurutnya, Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Yakni, Islam yang membawa rahmat atau kesejahteraan bagi seluruh alam semesta. Jadi, tidak tepat jika ingin berkuasa dan mendirikan khilafah di Indonesia.

Rahmatan Lil Alamin itu ya berarti Islam itu tidak radikal dan tidak liberal. Tapi penuh kasih sayang dan seimbang antara hati dan pikiran. Saya imbau kepada warga NU, mari jaga keutuhan NKRI dan mari jaga kententraman negara dan wilayah kita masing-masing,” tandasnya.

Beberapa ciri Islam Radikal di Indonesia, kata dia, lebih suka berdebat dan lebih suka mengkafirkan sesama muslim. Selain itu, suka memberikan hukuman bit’ah pada ibadah-ibadah tertentu yang dinilai tidak sejalan. “Mereka juga suka memfasikkan orang lain,” tuturnya.

Menurutnya, Islam radikal cara berdakwahnya saja sudah tidak memberikan ruang toleransi keberagamaan. “Hal seperti ini sudah tidak cocok tinggal di Indonesia. Sebab, Islam Indonesia ini terdiri atas berbagai suku dan agama. Jadi, toleransi harus dijaga agar NKRI tetap utuh,” katanya.

Ketua Panitia Harlah NU ke 94 Kabupaten Kendal, Muhamad Mustamsikin,  mengatakan, jika NU memang sudah sejak awal tidak sepakat dengan konsep khilafah yang diusung salah satu ormas Islam tersebut. “Selama masih sejalan dengan prinsip-prinsip Islam dan Indonesia, kami warga NU tidak masalah. Tapi, ketika sudah ingin mendirikan khilafah, maka kami nyatakan kami sudah tidak sepakat dan tidak sejalan,” tandasnya.

Mustamsikin mengatakan, dalam Harlah NU kemarin, pihaknya juga mengumumkan jika PCNU Kendal akan segera membangun rumah sakit NU. Saat ini, lahan sudah disiapkan seluas 9.000 hektare. Selain itu juga sudah terkumpul dana sebesar Rp 254 juta. “Untuk pembangunan kami masih menunggu kerja sama dengan PBNU pusat, karena izin pembangunan akan dilakukan oleh PBNU pusat,” tandasnya. (bud/aro)